Oleh: iswekon | 10 Juli 2009

PASCAPILPRES; Pasar Belum Bereaksi Signifikan

Jumat, 10 Juli 2009 | 03:00 WIB

kompas cetak

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/10/03004037/pasar.belum.bereaksi.signifikan

Jakarta, Kompas – Pasar saham dan valuta, Kamis (9/7), belum bereaksi signifikan atas pemilu presiden dan wakil presiden yang berlangsung sukses dan lancar. Perkembangan ini di luar perkiraan pengamat dan pelaku pasar. Meski begitu, kondisi politik yang bagus ini diyakini menjadi modal bagus bagi perekonomian Indonesia yang lebih baik ke depan.

Investor pasar modal sama sekali belum merespons dengan memborong saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin hanya naik tipis 0,72 poin atau 0,03 persen menjadi 2.083,97, Indeks LQ-45 hanya meningkat 0,07 poin atau 0,02 persen ke level 406,11 dan Indeks Kompas100 hanya menguat 0,77 poin atau 0,15 persen ke level 506,7.

Baca Lanjutannya…

Oleh: iswekon | 10 Juli 2009

Pertamina Bakal Ekspor Minyak Tanah

Jumat, 10 Juli 2009 | 10:43 WIB

kompas on

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/07/10/1043099/Pertamina.Bakal.Ekspor.Minyak.Tanah

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas) tengah mempelajari permohonan rekomendasi ekspor minyak tanah yang disampaikan PT Pertamina (Persero).

“Pertamina meminta rekomendasi ekspor untuk bahan bakar sejenis kerosene yang ada campuran bensinnya,” kata Direktur Jenderal Migas Evita Herawati Legowo dalam pesan singkatnya, Kamis (9/7).

Surat permohonan itu, imbuh Evita, baru masuk ke instansinya pada 7 Juli 2009 lalu. “Sekarang sedang kami proses, besok pagi juga sudah selesai,” katanya.

Baca Lanjutannya…

Selasa, 7 Juli 2009 | 04:14 WIB

kompas cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/07/04145710/program.revitalisasi.pasar.tradisional.tetap.berlanjut

Jakarta, Kompas – Program revitalisasi pembangunan pasar tradisional oleh Departemen Perdagangan ataupun Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tetap dilanjutkan.

Data Departemen Perdagangan (Depperdag) menyebutkan, selama tahun 2009 pasar tradisional yang ditangani Depperdag mencapai 57 unit dengan nilai Rp 100 miliar. Adapun stimulus untuk pasar tradisional sebanyak 37 unit senilai Rp 215 miliar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: iswekon | 8 Juli 2009

Ada Sinyal Peningkatan Konsumsi Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2009 | 04:30 WIB

kompas cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/07/04303374/ada.sinyal.peningkatan..konsumsi.masyarakat

Jakarta, Kompas – Masyarakat kemungkinan besar meningkatkan konsumsi mereka dalam beberapa bulan mendatang. Peningkatan konsumsi masyarakat itu akan signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sinyal peningkatan konsumsi itu terlihat dari hasil survei indeks keyakinan konsumen (IKK) yang dilakukan Bank Indonesia pada Juni 2009.

Hasil survei tersebut menunjukkan, optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian semakin meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Level IKK pada Juni 2009 mencapai 109, meningkat 3,2 poin dibandingkan Mei 2009.

Baca Lanjutannya…

Oleh: iswekon | 7 Juli 2009

Perlu Budaya Ekonomi Baru

Senin, 6 Juli 2009 | 03:58 WIB

kompas cetak

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/06/03584425/.perlu..budaya.ekonomi.baru

Jakarta, Kompas – Budaya ekonomi yang melekat pada masyarakat, dunia usaha, dan pemimpin negara di Indonesia saat ini dinilai sudah tidak adaptif terhadap perubahan yang terjadi pada pasar global sehingga akhirnya bangsa ini terus-menerus mengalami krisis.

Untuk itu, dibutuhkan transformasi nilai-nilai budaya ekonomi yang harus didorong dan dimulai dari pemimpin negara.

Demikian salah satu intisari dari pidato pakar manajemen, Rhenald Kasali, saat pengukuhannya sebagai guru besar ilmu manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Sabtu (4/7) di Depok, Jawa Barat. Rhenald menjadi guru besar aktif ke-21 di lingkungan FEUI.

Baca Lanjutannya…

Sabtu, 04 Juli 2009 pukul 01:57:00

republika

http://republika.co.id/koran/14/60142/Jangan_Dramatisasi_Ekonomi

JAKARTA — Janji-janji ekonomi telah dilontarkan oleh para calon presiden (capres)/cawapres dalam ajang kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Masing-masing mengklaim indikator ekonomi yang mereka tawarkan paling realistis dan bakal tercapai.

Di antara perbedaan yang tampak mencolok adalah perdebatan soal capaian pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan, seperti diungkap pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

Anggota tim kampanye nasional SBY-Boediono, Chatib Basri, mengatakan, SBY-Boediono tak akan menggebu-gebu memberikan janji mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melampaui tujuh persen. Selama periode 2004-2008, ungkap Chatib, rata-rata ekonomi Indonesia tumbuh enam persen.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori