[Sajak] Kekitaan

10a

L ‘Archeologie du Kebun Raya

Anganku telah melukis kaki langit
perbincangan melampaui kata-kata
Ada yang belum ternyatakan, barangkali
Ini tentang rentang jarak dua hati,
betapa aku ingin menyapa kekitaan,
saat ini.

Waktu yang mengalir,
mempertegas sejumlah catatan
tentang Jogja,
yang mempertemukan,
juga mempertautkan
dua kota.

Dan di jalan Kebun Raya
aku menyapa akrab kehadiranmu
dalam suram rembulan
dalam sarat mentari,
dan angan yang terbang
ke pintu langit.

Adakah sesuatu yang
belum aku nyatakan?
Apatah doa dan pengharapan
kurang terlantun?
Apa rindu tidak membuhulkan
rasa untuk bertemu, berbincang,
yang membuat kita terjaga?

Di kaki tangga, saat kabut dinihari
kian menipis
aku membuhulkan penghadapan.
Masih ada harapan, juga pinta
untuk esok, tentang kekitaan.

Terimakasih, Allah
betapa indahnya keseharian
tanpa menghitung hari-hari.

Rejowinangun, 17 Juni 1997
Imam Samroni


%d blogger menyukai ini: