Tradisi Jual-Beli di Pasar Wulandoni

Kamis, 27 Mei 2010 | 05:34 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/27/05342157/tradisi.jual-beli.di.pasar.wulandoni

Uang bukannya tak berarti di Pasar Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Uang masih tetap bernilai, namun bukan sebagai sarana jual-beli. Di pasar yang berteduhkan dua pohon asam besar tersebut, jual-beli dilakukan dengan saling tukar barang atau barter dengan ukuran yang telah disepakati.

Truk yang dimodifikasi menyerupai bus menjadi transportasi andalan menuju Pasar Wulandoni pada setiap hari sabtu. Saat hari pasaran itu, para pengunjung pasar yang sebagian besar adalah perempuan membawa aneka hasil laut dan bumi untuk dijadikan barang barter. Seikat ikan terbang ditukar dengan tiga batang jagung, atau sepotong ikan pari dihargai sama dengan satu sisir pisang.

Sejalan dengan perjalanan waktu yang menuai beragam kebutuhan, pertukaran barang tidak hanya dilakukan antara hasil laut dan hasil bumi. Ada juga hasil laut atau hasil bumi yang ditukar dengan produk pabrikan seperti bumbu penyedap rasa, korek api, dan lilin.

Transaksi di Pasar Wulandoni dimulai sekitar pukul 11 Wita. Bunyi peluit yang ditiup oleh mandor pasar menjadi isyarat dibukannya barter barang antarwarga. Sebelum ada suara peluit sang mandor, pengunjung pasar menunggu dengan tertib sambil berbagi cerita dan canda.

Hingga kini belum diketahui jejak yang menjadi penanda kelahiran tradisi barter di Pasar Wulandoni. Masyarakat setempat meyakini bahwa barter adalah salah satu tradisi yang diwariskan para pendahulu mereka ratusan tahun silam. Sebuah masa yang tidak ketahui secara pasti.

Sampai kapan tradisi barter di Pasar Wulandoni akan tetap lestari? Itu pun sepertinya masih menjadi misteri. Namun, selama masyarakat setempat dan pendatang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang hingga kini menjadi penopang keharmonisan dan persaudaraan di Wulandoni, tradisi itu pasti tak akan berakhir. Semoga.

Teks dan foto-foto: Wawan H Prabowo

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: