Waspadai Liberalisasi

Sistem Bagi Hasil Baru Gusur Petani Kecil
Rabu, 19 Mei 2010 | 04:52 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/19/04521838/..waspadai.liberalisasi

Jakarta, Kompas – Keinginan pemerintah menaikkan persentase bagi hasil gula untuk petani bakal membuka jalan menuju liberalisasi usaha tani tebu. Hal itu dikhawatirkan akan menggusur petani tebu skala kecil, tetapi memberi keuntungan lebih besar bagi petani besar dan pedagang.

Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Jember, yang juga Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, Rudi Wibowo, Selasa (18/5) di Surabaya, Jawa Timur, berpendapat penerapan kebijakan bagi hasil ini harus diikuti dengan kebijakan yang memberikan insentif kepada petani tebu skala kecil.

”Jika tidak, akan bahaya. Insentif itu bisa dalam bentuk permodalan dan dukungan teknologi budidaya agar rendemen gula petani kecil terangkat. Tanpa itu, petani kecil tidak akan mendapatkan apa-apa,” kata dia.

Kebijakan menaikkan persentase bagi hasil gula, menurut Rudi, juga bisa merugikan perusahaan gula badan usaha milik negara (BUMN). Alasannya, margin keuntungan pabrik gula BUMN sebagian akan terserap oleh petani tebu skala luas dan pedagang.

”Kebijakan itu seolah tampak bagus, tetapi bila dicermati dengan hati-hati, petani tebu skala kecil dan perusahaan gula BUMN tidak akan mendapat apa-apa. Lalu, kebijakan itu untuk siapa?” ujar Rudi.

Rudi mengingatkan agar Menteri Pertanian Suswono berhati-hati menyikapi rencana menaikkan persentase bagi hasil gula.

”Saya dengar belum ada legalisasi. Baru semacam surat internal dari Menteri Perdagangan kepada Menteri Pertanian, yang isinya menyetujui perubahan bagi hasil giling tebu antara petani dan pabrik gula,” tutur Rudi.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengakui, ketentuan tentang bagi hasil belum dibuat dalam sebuah surat keputusan.

Bahkan, kata Bayu, mungkin tidak dibuat surat keputusannya, tetapi sekadar perjanjian kesepakatan antara petani dan pabrik gula. Namun, bisa juga berupa kesepakatan bersama dalam lingkup Dewan Gula Indonesia.

”Namun, besaran angka bagi hasil sudah final,” ujar Bayu.

Sedikit yang mampu

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan, pemerintah memutuskan menaikkan persentase bagi hasil gula serta bagi hasil tetes tebu antara petani dan pabrik gula. Ada tiga skema bagi hasil yang ditetapkan berdasarkan rendemen.

Pertama, tebu dengan rendemen 6 persen sampai di bawah 7 persen, bagi hasil untuk petani 66 persen. Kedua, rendemen 7 persen hingga di bawah 8 persen, bagi hasil gula untuk petani 68 persen. Adapun rendemen 8 persen ke atas bagi hasil gula untuk petani 70 persen. Sebelumnya, bagi hasil ditetapkan 66 persen untuk petani dan 34 persen pabrik gula.

Adapun bagi hasil tetes tebu ditetapkan 3,5 kilogram setiap 100 kilogram tebu. Sebelumnya hanya 2,5 kilogram.

Selama ini, hanya sedikit petani tebu skala kecil yang mampu mencapai rendemen 7 persen. Produksi gula kristal putih tahun 2008 sebanyak 2,57 juta ton, sebanyak 1,64 juta ton di antaranya diproduksi pabrik gula BUMN, yang 70 persen lebih areal lahan tebunya milik petani tebu rakyat, dengan rendemen rata-rata 7,6 persen.

Dengan kebijakan bagi hasil yang baru, pendapatan pabrik gula BUMN, yakni PT Perkebunan Nusantara, akan menurun.

”Pendapatan PTPN X, misalnya, diperkirakan berkurang Rp 30 miliar karena beralih ke petani besar dan pedagang. Belum lagi kehilangan pendapatan pada pabrik gula BUMN lain,” kata Rudi.

Liberalisasi pergulaan, tutur Rudi, bakal terjadi. Hal ini disebabkan belum meratanya pola penguasaan lahan di tingkat petani. Hanya sebagian kecil petani tebu yang menguasai lahan tebu skala luas. Sebagian besar hanya petani skala kecil.

”Belum lagi hadirnya pedagang dan penebas yang memburu tebu sampai ke daerah-daerah. Mereka punya posisi tawar tinggi dan bisa mendapatkan tebu dengan kualitas bagus,” ujar Rudi. (MAS)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: