Penipuan di AS Semakin Terkuak

Washington Mutual Lakukan Kejahatan Besar
Rabu, 14 April 2010 | 04:04 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/14/04042463/penipuan.di.as.semakin.terkuak

Washington, Senin – Semakin hari semakin banyak kelemahan dan kecurangan perbankan AS terkuak. Bank terbesar di AS yang sudah bangkrut, Washington Mutual, menyimpan masalah. Di bank besar ini terjadi kecurangan dan kegagalan manajemen dalam mengatasi masalah internal.

Mantan senior eksekutif Washington Mutual (WaMu) muncul di hadapan Kongres, Selasa (13/4), untuk pertama kalinya sejak bank itu bangkrut tahun 2008.

Kesaksian mereka akan melengkapi hasil investigasi selama 18 bulan yang dilakukan oleh panel Senat AS. Panel itu menemukan kecurangan operasional bank, misalnya sistem penggajian di WaMu memberikan tunjangan perumahan kepada karyawan berdasarkan jumlah dan kecepatan penyaluran pinjaman kepemilikan rumah kepada para nasabah. Selain tunjangan itu, ada pula bonus ekstra bagi karyawan yang berhasil membebankan denda kepada para debitor (pengutang).

Demikian laporan yang dikeluarkan oleh panel penyelidik dari Senat Keamanan Nasional serta Komisi Urusan Pemerintahan.

Mantan pejabat yang akan bersaksi adalah mantan CEO WaMu Kerry Killinger, mantan Presiden dan Chief Operating Officer Stephen Rotella dan David Schneider, pejabat tertinggi di bank yang khusus menyediakan pinjaman perumahan itu. Dua mantan pejabat manajemen risiko dan internal auditor juga akan tampil.

Senator Carl Levin, Ketua Subkomisi Senat AS, Senin (12/4), mengatakan, panel tidak akan memutuskan apa pun setelah pertemuan pada Selasa dan Jumat. Keputusan komisi dapat membuat Departemen Kehakiman memutuskan apakah temuan mengarah tuntutan kriminal.

Departemen Kehakiman, FBI, dan Pengawas Pasar Modal AS (SEC) melakukan penyelidikan terhadap WaMu setelah kejatuhannya pada tahun 2008 karena krisis finansial.

Laporan terbaru yang diserahkan kepada para penyelidik Senat AS mengatakan, produsen tingkat atas, petugas penyaluran kredit, dan para eksekutif membuat keputusan untuk memberikan pinjaman kepada nasabah yang berisiko tinggi gagal bayar.

Namun, para eksekutif WaMu memoles kredit berisiko tinggi itu seolah-olah aman. Pemolesan itu disulap menjadi surat berharga yang dijual di bursa saham New York, Wall Street. WaMu menunjukkan bahwa mereka berhasil menjual rumah-rumah kepada nasabah, dan tagihan berupa cicilan bayaran pinjaman rumah itu akan menjadi agunan bagi surat berharga yang terjual di Wall Street.

Para eksekutif WaMu juga mendapatkan keanggotaan di President’s Club lengkap dengan perjalanan ke tempat pelesiran seperti Maui pada tahun 2005.

Borok produk bodong WaMu belum terlihat karena meledaknya penjualan sektor perumahan. Penjualan surat berharga beragun KPR terus meningkat dari 2,5 miliar dollar AS pada 2000 hingga 29 miliar AS pada 2006.

Namun, keadaan kemudian memburuk. Sebuah surat berharga bertenor 119 tahun bernilai 307 miliar dollar AS mengalami gagal bayar pada September 2008. Surat berharga ini kemudian dijual dengan harga miring, hanya 1,9 juta dollar AS, kepada JPMorgan Chase & Co.

WaMu juga merupakan salah satu pembuat instrumen yang disebut ”opsi ARM”. Opsi ini memperbolehkan debitor membayar cicilan yang sedemikian rendah walau utangnya terus bertambah setiap bulan.

Para penyelidik Senat menyelidiki kejatuhan WaMu selama satu setengah tahun dan menjadikan WaMu sebagai studi kasus soal penyebab krisis finansial yang membawa resesi dan menyebabkan jutaan warga AS kehilangan pekerjaan atau rumah.

Para eksekutif senior WaMu sadar atas kemungkinan ditemukannya kecurangan yang mereka lakukan. ”WaMu merupakan salah satu yang terburuk. Ini merupakan bank Main Street (orang biasa) yang tergoda oleh keuntungan yang ditawarkan Wall Street,” katanya.

Nasabah fiktif

Para investor yang membeli surat berharga beragun KPR dari WaMu tidak diinformasikan tentang praktik kecurangan yang terjadi. WaMu tenggelam dalam air yang terpolusi surat utang bermasalah dan tenggelam dalam pusaran sistem keuangan AS.

Dalam beberapa kasus, penjual produk di kantor WaMu di California membuat dokumen palsu dengan memasang nama palsu pada rekening bank debitor. Penjual ini ingin dapat bonus dengan alasan telah berhasil menjual produk ke nasabah walau nasabah itu fiktif.

WaMu telah menemukan kecurangan tersebut pada tahun 2005, tiga tahun sebelum bank itu bangkrut. Ketika itu, dua pejabat bagian produksi di cabang Downey dan Montebello, California, memiliki tingkat kecurangan tinggi.

Pada tahun 2007, beberapa produk WaMu juga dicurigai oleh American International Group (AIG). AIG menolak mengasuransikan produk tersebut dan mengadukannya ke regulator.

AIG—salah satu perusahaan asuransi terbesar yang hampir bangkrut pada 2008—menerima dana talangan 180 miliar dollar AS dari pemerintah.

WaMu juga berulang kali dikritik oleh internal auditornya serta regulator federal karena ceroboh memberikan pinjaman kepada nasabah. (AP/joe)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: