Asia Mesti Jaga Keseimbangan

Minggu, 11 April 2010 | 03:31 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/11/03315759/asia.mesti.jaga.keseimbangan

Boao, Kompas – Negara-negara Asia harus bekerja sama mengembangkan pasar terbuka dengan tetap memegang prinsip keadilan. Melalui pengembangan pasar bebas, negara-negara di Asia harus pula mempromosikan keseimbangan pembangunan, dan saling membantu.

Bantuan dari negara maju ke negara berkembang tersebut harus terus meningkat. Negara-negara Asia pun mesti menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang lebih hijau.

Demikian sejumlah hal yang mengemuka dalam pembukaan ”Boao Forum for Asia Annual Conference 2010” di Boao, sekitar 180 kilometer dari Haikou, ibu kota Provinsi Hainan, China, Sabtu (10/4).

Forum Kesembilan Boao ini merupakan forum pertemuan atau dialog antarsesama pengambil putusan di bidang pemerintahan dan bisnis se-Asia. Forum ini dihadiri sekitar 40 menteri dari berbagai negara, 900 pebisnis dan eksekutif dari 50 perusahaan multinasional, serta sekitar 600 jurnalis.

Berbicara dalam forum ini, antara lain, Wakil Presiden China Xi Jinping, mantan Presiden Filipina Fidel Ramos, Perdana Menteri Mongolia Sukhbaataryn Batbold, Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, dan Wakil Presiden Afganistan Mohammad Karim Khalili.

Dari Indonesia, pertemuan ini dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia Gita Wirjawan, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Gubernur Papua Barnabas Suebu, Direktur Utama BNI Gatot Mudiantoro Suwondo, dan Direktur Pengembangan PT Aneka Tambang Tbk Tato Miraza.

Dalam forum tersebut, Xi Jinping mendesak para pemimpin Asia untuk bekerja sama menegakkan keseimbangan antara pembangunan, investasi, dan lingkungan secara adil dan terbuka.

”Tidak satu pun negara yang dapat berjalan sendiri dan mengatasi semua persoalannya, terlebih dalam menghadapi sejumlah masalah besar, seperti krisis keuangan global, perubahan iklim, serta jaminan ketersediaan sumber energi dan sumber daya alam,” kata Xi.

Xi mengajak semua pemimpin Asia memberantas kemiskinan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. ”Akar penyebab hilangnya keseimbangan di dunia adalah pembangunan sangat tidak merata antara utara dan selatan,” katanya.

Xi menekankan pentingnya peningkatan bantuan dari negara-negara maju ke negara berkembang. Negara maju juga mutlak membantu memfasilitasi transfer teknologi yang bisa membantu dunia mengurangi konsumsi serta meningkatkan efisiensi energi.

Sementara itu, Fidel Ramos mendesak para pemimpin Asia untuk menciptakan pemulihan ekonomi yang lebih hijau, tidak peduli betapa sulitnya mencapai hal itu.

”Sekalipun dengan cara yang berbeda, semua negara Asia harus mencari jalan melakukan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang lebih memedulikan lingkungan,” kata Ramos.

Wakil Presiden Afganistan Mohammad Karim Khalili, mengingatkan pentingnya kerja sama di kawasan Asia karena secara sosial dan budaya, orang-orang Asia terkait satu dengan yang lain.

”Selain masalah pemanasan global, kondisi politik dan keamanan yang stabil adalah kunci bagi pembangunan ekonomi,” kata Khalili, yang mengajak para pemimpin Asia untuk meningkatkan pemberantasan terorisme, narkotik, dan kejahatan terorganisasi.

Adapun Perdana Menteri Mongolia Sukhbaataryn Batbold, menyampaikan tekad Mongolia untuk meningkatkan investasi hijau di bidang pertambangan, transportasi kereta api, dan pembangunan di sektor lainnya dengan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen mengatakan, untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang ditimbulkan akibat maraknya investasi hingga tahun 2030, dibutuhkan biaya tambahan sekitar 10 triliun dollar AS. Hal itu berarti setiap negara harus menginvestasikan 1 persen dari produk domestik brutonya untuk menjaga lingkungan lebih hijau.(Reinhard Nainggolan, dari Boao, Hainan, China)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: