Greenspan Membela Diri

Eksekutif Citigroup Abaikan Peringatan
Jumat, 9 April 2010 | 05:12 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/09/05123677/greenspan.membela.diri

WASHINGTON, Rabu – Mantan Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan menyangkal kebijakan yang diambilnya menyuburkan penyaluran kredit berisiko, lalu menjadi bibit krisis finansial. Greenspan mengatakan hal itu di hadapan panel investigasi soal krisis di Washington, Rabu (7/4).

Greenspan, yang cukup lama menjabat sebagai Gubernur The Fed (Bank Sentral AS) dan reputasinya sebagai otak di balik aturan finansial agak merosot karena krisis, menyangkal bahwa tingkat suku bunga yang rendah dan kendurnya aturan telah menyebabkan baik para debitor maupun kreditor menjadi mengambil risiko lebih besar.

”Harga properti yang melambung menjadi gelembung yang paling besar dalam generasi ini. Gelembung properti itu dipicu oleh tingkat suku bunga rendah, tetapi suku bunga kredit kepemilikan rumah dalam jangka panjang telah menyebabkan harga melambung, bukan tingkat suku bunga pinjaman antarbank,” kata Greenspan.

Greenspan bersaksi di hadapan komisi yang dibentuk oleh pemerintahan Obama dan Kongres. Tujuan didirikannya komisi itu adalah untuk meneliti apa sebenarnya penyebab krisis ekonomi yang dalam setelah Depresi Besar tahun 1930-an.

Diserang

Greenspan dituduh oleh Ketua Komisi Phil Angelides gagal mencegah gejolak yang terjadi dalam pasar pinjaman perumahan.

”Sebenarnya Anda dapat saja mencegahnya, tetapi Anda tidak melakukan hal itu,” ujar Angelides yang merupakan calon untuk pemilihan gubernur dari Partai Demokrat.

Greenspan sering kali diserang mengenai kebijakannya setelah meninggalkan jabatannya di bank sentral pada tahun 2006. Greenspan yang dijuluki ”The Oracle” mengakui telah banyak melakukan kesalahan selama 21 tahun menjabat sebagai gubernur bank sentral. Namun, dia juga yakin 70 persen benar pada saat itu. Akan tetapi, dia juga mengakui bahwa beberapa kebijakan yang diambil dan kemungkinan menyebabkan krisis merupakan buah dari 30 persen kesalahannya.

Greenspan juga mengatakan bahwa regulator tidak dapat diharapkan selalu dapat mengetahui dan mencegah krisis sepenuhnya. ”Krisis yang baru terjadi ini telah memberikan banyak pesan penting mengenai pengawasan. Sejarah mengatakan kepada kita bahwa para regulator tidak dapat mengetahui dengan pasti kapan terjadinya krisis atau mengantisipasi dengan jelas di mana krisis itu akan terjadi atau seberapa besar kerugian yang akan ditimbulkan dan bagaimana dampaknya,” tambah Greenspan.

Lelaki berkacamata ini juga mengatakan bahwa beberapa perkembangan pesat dari instrumen efek beragun aset memang tidak tepat. Setelah krisis yang telah menyebabkan kerugian triliunan dollar AS karena merosotnya harga aset properti, Obama telah berjanji akan membuat aturan perbankan baru dan para pemberi kredit berisiko yang meletupkan krisis.

Greenspan juga menyatakan menolak anggapan bahwa The Fed harus dipangkas kekuasaannya karena kegagalannya.

”The Fed sudah jelas-jelas gagal dalam mencegah krisis finansial,” ujar anggota panel Broksley Born, yang pernah berbeda pendapat dengan Greenspan ketika dia menjabat sebagai kepala Badan Pengawas Perdagangan Komoditas. ”Saya tidak sependapat, tetapi saya sepakat memang perlu dilakukan reformasi. Institusi finansial sekarang harus lebih banyak memegang dana tunai untuk menutupi transaksi, dan instrumen yang dimilikinya harus didukung dengan jaminan,” balas Greenspan.

Abaikan risiko

Pada Kamis waktu setempat, dijadwalkan salah satu mantan petinggi Citigroup, Chuck Prince, akan bersaksi di hadapan komisi tersebut.

Komisi itu ingin tahu bagaimana bank besar seperti Citigroup memainkan peranannya dalam menyebabkan krisis yang telah memengaruhi hidup orang banyak itu.

Seorang mantan eksekutif bidang kredit kepemilikan rumah Citigroup menuduh para eksekutif bank tersebut mengabaikan kebijakan manajemen risiko yang telah mereka susun sendiri. Selain itu, para eksekutif itu juga mengabaikan peringatannya tentang kemungkinan terjadinya krisis finansial.

Richard Bowen, Rabu lalu, mengatakan di hadapan panel bahwa dia prihatin atas risiko pada pasar kredit pemilikan rumah yang sudah mulai terasa sejak tahun 2006. Dia mengatakan telah mengirim surat elektronik kepada mantan CEO Robert Rubin dan petinggi Citigroup lain pada November 2007.

Bowen mengirimkan pesan setiap pekan untuk mengungkapkan keprihatinannya mengenai manajemen risiko di divisinya.

Tetapi dia berkirim surat kepada Rubin dan eksekutif lain pada tahun 2007. ”Kekacauan ini tidak pernah dikomunikasikan atau diperhatikan oleh pimpinan Citi atau para auditornya,” ujar Bowen.

Bowen mengatakan, pada dengar pendapat itu dia tidak mengetahui apakah ada eksekutif yang bertindak setelah dia memberi peringatan mengenai pembelian aset berisiko tinggi di Citigroup.

Panel tersebut terdiri atas enam orang dari kubu Demokrat dan empat dari Republik. Laporan lengkap panel ini diharapkan dapat dipublikasikan pada pertengahan Desember mendatang. (AP/joe)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: