Gelapnya Nasib Pedagang Beringharjo

Pasar Tradisional
Senin, 5 April 2010 | 11:25 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/05/11251171/.gelapnya.nasib.pedagang.beringharjo

Minggu (4/4) yang seharusnya menjadi hari sibuk karena libur panjang hanya dilewatkan Isnaini (35) untuk ngobrol dengan tiga rekan sesama pedagang batik di salah satu sudut Pasar Beringharjo, Yogyakarta. “Lha gimana lagi, sejak lampu mati, pembeli sepi,” kata Isnaini.

Sejak Jumat pekan lalu, listrik yang mengaliri pasar tertua di Yogyakarta itu padam. Hingga Minggu tak ada tanda-tanda listrik mengaliri pasar yang namanya mengabadikan asal-usul Keraton Ngayogyakarta yaitu Hutan Beringan.

Sebagian besar aktivitas jual beli di pasar yang dihuni sekitar 5.000 pedagang lumpuh. Hanya beberapa kios yang mendapat cahaya dari langit atau yang memiliki generator set yang ramai dikunjungi pembeli.

Sisanya, kios yang diterangi lampu baterei, petromaks, atau yang pasrah, kondisinya seperti Isnaini dan rekannya di los 2. “Pembeli jadi enggan karena kios gelap,” kata Isnaini.

Panas dan pengap

Selain itu, panas dan pengapnya Beringharjo menghalau pembeli. Kipas angin di lorong-lorong pasar tak berfungsi. Padahal, saat libur panjang seperti kemarin, pengunjung pasar bisa meningkat berlipat-lipat dari hari biasa. Karena pengunjung turun, omzet merosot dari Rp 2 juta menjadi hanya sekitar Rp 1 juta.

Hal serupa dialami Marsiti (56), pedagang batik di los 11 di tengah pasar. Kiosnya yang lebih tertutup dari sinar matahari membuat kondisi lebih gelap. “Tiga hari ini penghasilan kira-kira berkurang separuh,” ujar Marsiti yang baru mendapat Rp 500.000.

Selama 30 tahun lebih berdagang di Beringharjo, padamnya listrik sepanjang tiga hari baru sekarang terjadi. “Biasanya hanya 1-2 jam saja,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi menyatakan, akibat kondisi ini, tak sedikit pedagang menutup kios. “Seperti di kios blok C dan D yang kondisinya gelap sama sekali,” katanya.

Ujun mengatakan, padamnya listrik diakibatkan trafo meledak pada Jumat sekitar pukul 14.00. Trafo berdaya 400 kilovolt ampere itu merupakan trafo khusus yang menyuplai listrik ke pasar yang dihuni sekitar 5.000 pedagang itu.

Untuk gangguan ini, Ujun mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pengelolaan Pasar Yogyakarta yang memiliki trafo yang meledak itu. Namun, karena para pegawai yang dibayar dengan pajak itu libur, para pedagang yang tertib membayar pajak tidak bisa mengganggu libur mereka.

Semoga saja gelapnya Beringharjo bukan pertanda ketidakpedulian abdi negara. (ENG)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

2 responses to “Gelapnya Nasib Pedagang Beringharjo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: