Tahun 2011, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 6,3 Persen

MAKROEKONOMI
Sabtu, 20 Maret 2010 | 03:24 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/20/03245774/tahun.2011.pemerintah.targetkan.pertumbuhan..63.persen

Jakarta, Kompas – Pada tahun 2011, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 6-6,3 persen. Investasi dan anggaran belanja pemerintah diperkirakan akan menjadi faktor pendorong laju pertumbuhan ekonomi.

”Kami ingin perekonomian terakselerasi lebih cepat pada tahun 2011. Pertumbuhan akan lebih cepat dibandingkan tahun 2010 yang ditargetkan 5,5 persen,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana di Jakarta, Jumat (19/3), seusai memaparkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011 dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut Armida, pertumbuhan ekonomi itu diharapkan bisa dicapai dengan mendorong investasi agar tumbuh 10 persen lebih tinggi dari investasi tahun ini. Demikian juga dengan belanja pemerintah yang diharapkan tumbuh 10 persen, yang berarti lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan belanja pemerintah tahun 2010 yang ditargetkan 7,6 persen.

Pertumbuhan ekonomi penting artinya bagi pembentukan lapangan kerja baru karena setiap tumbuh 1 persen akan menyerap 400.000 tenaga kerja.

Jika ekonomi tahun 2011 tumbuh hingga 6,3 persen, jumlah tenaga kerja yang bisa diserap diperkirakan sebanyak 320.000 orang.

Untuk mempertahankan daya beli masyarakat, Bappenas, Kementerian Keuangan, dan kementerian teknis akan membahas penyempurnaan sistem subsidi bahan bakar minyak dan listrik. ”Seluruhnya akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah yang kami harapkan selesai Maret atau April minggu ketiga. Pada 7 Mei 2010, kami harap sudah disetujui Presiden. Setelah itu, baru proses pembahasan di DPR,” kata Armida.

Ekonom Dradjad H Wibowo mengingatkan, kondisi makro tahun 2010 dan 2011 menghadapi risiko pelemahan walaupun belum menjadi ancaman serius.

Defisit fiskal diperkirakan meningkat karena prospek penerimaan negara tidak sebagus targetnya. Sementara neraca perdagangan dan neraca pembayaran masih menjadi tanda tanya karena ada tekanan dari Perjanjian Perdagangan Bebas antara ASEAN dan China.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, pemerintah untuk sementara tidak mengusulkan perubahan target pertumbuhan ekonomi tahun 2010 dalam APBN Perubahan, yakni tetap 5,5 persen. (OIN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: