Tak Lagi Becek, Pembeli Pun Datang

PASAR TRADISIONAL
Rabu, 17 Maret 2010 | 02:48 WIB
Oleh Caesar Alexey dan cokorda Yudistira

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/17/02480821/tak.lagi.becek.pembeli.pun.datang

Yani berjalan cepat menuju ke Pasar Menteng Pulo, Jakarta Selatan, sambil menutupi kepalanya dengan dompet panjang. Sebuah genangan kecil di pelataran parkir akibat gerimis tadi pagi dia lalui dengan sekali lompatan. Pasar Menteng Pulo adalah sebuah pasar tradisional yang sudah berubah penampilan.

Sejak dua hari lalu saya kembali berbelanja di sini. Sejak direnovasi, pasar tradisional ini menjadi jauh lebih nyaman untuk berbelanja. Hujan lebat boleh turun, tetapi di dalam pasar tetap kering,” kata Yani (26), ibu rumah tangga di kawasan Menteng Pulo.

Sebelum direnovasi tahun 2007, kondisi Pasar Menteng Pulo sama seperti kebanyakan pasar lain yang tidak nyaman. Becek, lantai berlubang, gang antarlos sempit, bocor, panas, sampah di mana-mana, bau tak sedap, dan lalat beterbangan.

Bangunan pasar yang kumuh dan suasana yang tidak nyaman membuat jumlah pembeli bertahap merosot. Hanya masyarakat kelas ekonomi bawah yang masih mau berbelanja.

Kini, pasar eks inpres (instruksi presiden) itu sudah berganti rupa, dibangun seperti hanggar sehingga tidak panas dan tidak bocor. Lantai yang dulu dari plesteran semen kini berganti dengan keramik. Lantai juga dibersihkan secara teratur sehingga pasar tidak menjadi kumuh.

Los pasar dibuat tinggi dan teratur agar pembeli tidak perlu membungkuk saat bertransaksi dengan pedagang, yang sebelumnya duduk di bawah. Penerangan dalam pasar terang. Gang antarlos cukup lebar.

Farid, pedagang daging ayam, mengatakan, sebelum pasar direnovasi, dia hanya mampu menjual 30 ekor ayam per hari. Kini dia mampu menjual lebih dari 70 ekor ayam per hari. ”Jumlah pembeli memang meningkat karena pasar menjadi nyaman setelah selesai renovasi. Kami pun nyaman berjualan dalam situasi yang cukup nyaman,” kata Farid.

Santoso, pedagang sayur, juga mengakui jumlah pembeli dan omzet penjualan mereka meningkat sampai dua kali lipat setelah pasar ditata apik. Pembeli tidak hanya datang dari kalangan ekonomi bawah, tetapi juga dari masyarakat menengah.

Yusni, salah seorang pembeli di pasar tersebut, mengatakan, biasanya dia berbelanja di Carrefour untuk keperluan rumah tangga, termasuk lauk dan bumbu dapur selama seminggu. Kini, dia lebih suka ke Pasar Menteng Pulo untuk membeli sayuran, lauk, dan bumbu dapur.

”Selain mendapatkan barang segar setiap hari, saya juga menyukai hubungan yang akrab dengan para pedagang. Saya juga boleh menawar harga barang sesuai keinginan saya meskipun kadang harus beradu mulut dengan pedagang,” kata Yusni.

Pasar BSD

Di Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, sebuah pasar tradisional yang dikemas menjadi pasar modern juga mampu menarik banyak pembeli. Konsep Pasar Modern BSD hampir sama dengan Pasar Menteng Pulo, dengan bentuk hanggar satu lantai. Los pasar diatur dalam blok-blok tertentu.

Dengan lantai keramik yang dibersihkan rutin dan penerangan yang memadai, Pasar Modern BSD menghadirkan kondisi yang nyaman bagi pembeli, sekaligus suasana transaksi secara tradisional. Blok sayur, buah, daging, dan ikan dibedakan dan diberikan petunjuk arah agar pembeli mudah menuju ke lokasi yang dituju.

Tempat parkir yang luas juga memungkinkan bagi masyarakat kelas atas untuk menuju ke pasar tersebut menggunakan mobil. ”Di sini saya menemukan kembali kesenangan berbelanja sambil tawar-menawar, yang tidak saya dapatkan di Giant atau Carrefour. Harga juga bisa lebih murah,” kata Frida.

Humas PD Pasar Jaya Nur Hafidz mengatakan, pembangunan pasar dengan konsep hanggar dipilih karena biayanya murah. Biaya operasionalnya juga lebih rendah karena untuk penerangan dan sirkulasi udara tidak butuh listrik yang besar.

Selain di Pasar Menteng Pulo, PD Pasar Jaya juga menerapkan konsep hanggar ini di Pasar Cakung. Konsep ini juga akan diterapkan di pasar-pasar lingkungan yang akan direnovasi.

”Kami akan berusaha meningkatkan kenyamanan pasar-pasar lingkungan agar dapat bersaing dengan supermarket dan kembali menjadi primadona warga. Dibanding supermarket, pasar tradisional punya keunggulan lokasi yang lebih dekat ke permukiman, barang segar setiap hari, dan ada hubungan kekeluargaan antara penjual dan pembeli,” kata Hafidz.

Peluang pasar tradisional modern belakangan ini kian menjadi tren. Pembangunan pasar semacam itu bukan hanya dilakukan Jakarta, tetapi juga di Bekasi, seperti di Pasar Modern Harapan Indah. Pasar ini berlokasi di tengah kawasan Kota Harapan Indah, Bekasi.

Tak ada sedikit pun kesan becek, pengap dengan aneka aroma bercampur baur seperti cap yang diberikan pada pasar tradisional. Masuk ke area lapak tidak ubahnya ke mal. Area lapak berada di tengah gedung.

Lantai sudah memakai keramik dengan saluran air yang tertata rapi, tidak becek. Meja-meja lapak pedagang ditata berderet rapi. Area lapak pedagang ikan dan daging dipisahkan dari lapak pedagang lainnya.

Di area lapak terdapat 240 meja lapak, yang terbagi atas 60 lapak basah dan 180 lapak kering. Lapak-lapak basah bagi pedagang ikan, daging, dan buah, sementara lapak kering untuk pedagang sayur dan bahan kebutuhan pokok, kue-kue, dan aneka dagangan lain.

Kebersihan area lapak di pasar modern ini dijaga. Sejumlah petugas pembersih rutin menyapu dan juga mengepel lantai sehingga sampah dan aroma tak sedap segera lenyap. Keamanannya pun dijamin. Sejumlah petugas keamanan berjaga di pintu masuk. Mereka juga rutin berkeliling mengontrol.

Selain itu, di area Pasar Modern Harapan Indah juga dilengkapi fasilitas Wifi. Fasilitas ini membuat pembeli atau pedagang yang punya telepon seluler dan laptop dapat mengakses internet gratis.

Kompleks Pasar Modern Harapan Indah dibangun di atas lahan seluas 5 hektar di kawasan Kota Harapan Indah. Bangunan utama adalah gedung besar yang disebut Pasar Modern. Area parkir di kompleks pasar modern dapat menampung 1.000 kendaraan. Pasar ini diklaim sebagai pasar modern terbesar di Bekasi.

”Semua lapak sudah penuh diisi pedagang, sementara kios sudah hampir penuh. Pasar ini baru resmi dioperasikan pada 16 Januari lalu,” kata Nur Aryati, Site Manager Pasar Modern Harapan Indah, Jumat (12/3).

Upaya untuk menjaring pedagang dan konsumen sebanyak mungkin, pihak pengelola menyelipkan rute pasar modern pada mobil angkutan penumpang umum yang memiliki trayek di dalam kawasan Kota Harapan Indah. Bahkan, untuk beberapa waktu ini, pengelola pasar memberikan fasilitas jemputan gratis dengan delman.

Sementara untuk mengenalkan pasar, pengelola pasar mengadakan sejumlah kegiatan, baik yang bersifat rutin maupun dalam kegiatan kalender acara. Mulai akhir Januari lalu digelar festival makanan ala warung tenda bertajuk ”Acara Makan Pasar Modern (AM PM)”. Pasar makanan dibuka di luar gedung Pasar Modern Harapan Indah mulai pukul enam pagi sampai pukul sepuluh malam. Sabtu (13/3), pengelola mengadakan lomba menggambar dan lomba mewarnai untuk murid taman kanak-kanak dan pelajar sekolah dasar.

Beberapa pedagang yang memiliki lapak di pasar modern menilai pasar modern memiliki prospek bagus. Dear Malina Purba (49), pedagang sayur-mayur di lapak pasar modern, mengatakan ia mencoba peluang di pasar modern.

”Saya melihat pasar modern ini punya potensi meskipun masih sepi karena baru dibuka,” kata Dear.

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: