Pemulihan Masih Alot: Paul Krugman Berpesan soal Strategi Kebijakan Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2009 | 03:23 WIB

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/15/03234550/pemulihan.masih.alot.

SEOUL, Rabu – Bank-bank sentral sebaiknya jangan buru-buru menaikkan tingkat suku bunga sampai perekonomian global semakin jelas memperlihatkan tanda-tanda pemulihan. Tanda-tanda itu antara lain berupa penurunan angka-angka pengangguran di negara maju.

”Dalam keadaan seperti ini, diperlukan waktu bertahun-tahun hingga tingkat pengangguran di perekonomian negara-negara maju turun ke level lebih masuk akal,” ujar Paul Krugman, penerima Hadiah Nobel Ekonomi 2008, di Forum Pengetahuan Dunia, di Seoul, Rabu (14/10).

”Kebijakan yang tidak standar harus tetap dipertahankan dalam periode yang lebih lama. Artinya, bank-bank sentral harus terus menjaga agar tingkat suku bunga tetap mendekati nol persen,” ujarnya lagi.

Krugman, yang mengajar di Universitas Princeton, AS, menerima Nobel untuk analisisnya soal korelasi antara skala ekonomi dan pola perdagangan internasional. Dia juga merupakan kolumnis di harian The New York Times.

Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menyatakan, tingkat suku bunga AS tidak akan dapat bertahan pada level mendekati nol persen. Beberapa investor membaca pernyataan tersebut sebagai sinyal bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan lagi tingkat suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Pendapat Krugman ini mengemuka setelah muncul perdebatan mengenai exit strategy. Ada pertanyaan kapan penetapan tingkat suku bunga rendah dan kebijakan stimulus fiskal dapat diakhiri.

Krugman khawatir tentang semakin banyaknya pendapat yang menyatakan saatnya menarik langkah-langkah yang dibuat secara khusus untuk mengatasi krisis.

Menurut Krugman, justru langkah-langkah itulah yang membantu perekonomian dunia selamat dari depresi.

”Ada beberapa pernyataan yang sangat menarik dari anggota Federal Reserves (Bank Sentral AS), yang mengatakan mereka mungkin akan menaikkan tingkat suku bunga sebelum tingkat pengangguran mulai menurun,” katanya.

Dia menyebut pernyataan seperti itu merupakan pertanda awal soal kemungkinan ekonomi akan menuju depresi. Kenaikan suku bunga pada saat resesi bisa memperparah kesulitan ekonomi.

Bank Sentral AS telah memompakan dana 2 triliun dollar AS lebih ke dalam sistem perekonomian untuk melancarkan kredit dan meningkatkan daya beli konsumen. Hal itu antara lain dilakukan lewat penurunan suku bunga. Diharapkan tingkat suku bunga rendah tetap dipertahankan hingga tahun depan.

Krugman mengatakan, AS harus menghindari menghentikan kebijakan hingga tingkat pengangguran turun ke level 7 persen. Diperkirakan, diperlukan waktu setidaknya dua tahun atau lebih untuk mencapai level itu.

Saat ini, tingkat pengangguran di AS mencapai 9,8 persen dan merupakan yang tertinggi sejak tahun 1983. Sebagian besar analis memperkirakan warga AS akan terus kehilangan pekerjaan selama beberapa bulan ke depan. Tingkat pengangguran dapat mencapai 10 persen pada tahun 2010 walau perekonomian sudah mulai membaik.

Krugman juga mengatakan sangat terkejut dengan tindakan Bank Sentral Australia yang menaikkan tingkat suku bunga utama pekan lalu, menjadi 3,25 persen dari 3 persen, angka terendah dalam 49 tahun terakhir. Langkah itu merupakan yang pertama dilakukan bank-bank sentral sejak terjadinya krisis finansial.

Harga minyak naik

Dalam perkembangan terakhir, muncul indikator harga minyak, yang bisa menjadi penghambat pemulihan. Harga minyak mencapai titik tertinggi pada tahun 2009, yakni sebesar 75 dollar AS per barrel dan tercatat pada perdagangan hari Rabu (14/10).

Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dollar AS dan optimisme di pasar minyak bahwa pemulihan ekonomi akan mendorong permintaan energi. (AP/AFP/Reuters/joe)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: