PEREKONOMIAN: Konsumerisme Dorong Inflasi

Jumat, 2 Oktober 2009 | 03:56 WIB

kompas_white

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/02/03564015/konsumerisme..dorong.inflasi.

Jakarta, Kompas – Laju inflasi September 2009 mencapai 1,05 persen sehingga secara akumulatif sejak Januari hingga September 2009 inflasi mencapai 2,28 persen.

Tingginya inflasi September 2009 karena daya beli masyarakat yang tinggi, serta didorong perilaku konsumerisme saat bulan puasa dan Lebaran.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, di Jakarta, Kamis (1/10), dibandingkan inflasi saat Lebaran tahun 2008, laju inflasi September 2009 lebih tinggi.

”Meskipun harga barang meningkat tinggi, tidak meredam keinginan orang membelanjakan uangnya sehingga dari 66 kota yang kami survei, hanya tiga kota yang mengalami deflasi, yakni Manado, Sorong, dan Ambon,” ujar Rusman.

Laju inflasi September 2009, kata Rusman, disebabkan oleh kenaikan harga komoditas, terutama bahan makanan dan makanan jadi.

”Setelah itu, baru ada dorongan inflasi dari kenaikan tarif angkutan umum, terutama karena ada kebijakan batas atas tarif,” kata Rusman.

Menurut pengamat ekonomi Ihsan Modjo, peningkatan laju inflasi bulan September, selain disebabkan sikap konsumerisme, juga didorong perbaikan ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian ke depan.

Hal ini berbeda dengan kondisi pada tahun 2008, saat dibayangi-bayangi dampak dari krisis global, sehingga masyarakat menahan diri untuk membelanjakan uangnya.

”Pada tahun 2009, konsumen lebih optimistis karena prospek pemulihan dan kepastian politik, yang kemudian termanifestasi pada tingginya tingkat pengeluaran rumah tangga,” ujar Ihsan.

Target bisa dicapai

Dari pengalaman tahun- tahun sebelumnya, menurut Rusman, tidak ada tekanan inflasi pada bulan-bulan setelah Lebaran.

Dengan demikian, jika dalam tiga bulan ke depan masing-masing terjadi inflasi sebesar 0,5 persen, maka laju inflasi sepanjang tahun 2009 akan berada di level 3,78 persen.

”Sehingga, target pemerintah untuk menekan tingkat inflasi 2009 pada level sekitar 4 persen bukan sesuatu yang mustahil,” kata Rusman. (OIN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: