Pelaku Pasar Ragu, Kelemahan Ekonomi Sangat Struktural

Selasa, 1 September 2009 | 04:24 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/09/01/04240923/pelaku.pasar.ragu.kelemahan.ekonomi.sangat.struktural.

Tokyo, Senin – Pasar finansial Jepang menguat pada perdagangan Senin (31/8) setelah kemenangan mutlak kelompok oposisi, Partai Demokrat Jepang. Akan tetapi, euforia sesaat itu kemungkinan akan berubah menjadi pertanyaan besar mengenai bagaimana mereka akan menjalankan perekonomian kedua terbesar di dunia itu.

Kemenangan Partai Demokrat Jepang (DPJ) meningkatkan harapan adanya era baru pada perekonomian Jepang, yang tengah mengalami resesi terburuk sejak Perang Dunia II dan malaise selama lebih dari dua dekade terakhir.

Indeks Nikkei menyentuh level tertinggi baru untuk tahun 2009. Para investor memberi tanggapan positif atas kemenangan mutlak DPJ.

Kurs dollar AS merosot terhadap yen dan mencapai titik terendah sejak 13 Juli, sebesar 92,54 yen.

Akan tetapi, kenaikan pasar saham tampaknya hanya akan sementara. Para pelaku pasar tidak yakin apa yang akan dilakukan DPJ setelah berhasil mengambil alih kekuasaan. Para pelaku pasar akan menantikan susunan kabinet dan memerhatikan posisi menteri kunci, seperti menteri keuangan.

”Arah kebijakan ekonomi DPJ masih tetap tidak jelas untuk beberapa pekan ke depan hingga suasana politik mereda. DPJ harus memilih mitra koalisinya, menunjuk personel, menentukan kebijakan kemudian merancang dan meloloskan undang-undang,” ujar senior ekonom dari Morgan Stanley, Robert Feldman.

DPJ telah berjanji meningkatkan kesejahteraan warga dengan memberi bantuan untuk membesarkan anak, membebaskan biaya pendidikan sekolah menengah, peningkatan gaji, pemangkasan pajak bahan bakar, dan membebaskan biaya di jalan tol.

”Kebijakan itu memengaruhi perkembangan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi tidak akan memberi dampak fundamental. Jika DPJ berkeras untuk memaksakan kebijakan itu tanpa dapat menemukan cara penghematan pengeluaran pemerintah, mungkin pasar modal dan pasar uang akan bereaksi negatif,” ujar Richard Jerram, ekonom Jepang dari Macquarie Securities.

Gubernur Bank Sentral Jepang Masaaki Shirakawa mengatakan bahwa perekonomian Jepang memperlihatkan pemulihan. Pendapat itu lebih baik dibandingkan dengan penilaian resmi pemerintah pada awal bulan ini.

Dia juga mengatakan, penurunan harga konsumen tampaknya akan terus menurun seiring dengan pemulihan ekonomi seperti yang telah diproyeksikan oleh Bank of Japan.

Kelemahan struktural

Pelemahan ekonomi Jepang, yang menjadi penyebab kejatuhan Partai Demokratik Liberal (LDP), sebenarnya sudah bersifat struktural. Sejak Perang Dunia II, ekonomi Jepang bangkit karena kemampuannya mengekspor mobil, alat-alat berat, dan produk-produk elektronik. Semua jenis produk ini merajai dunia.

Namun, sejak dekade 1980-an, muncul Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, yang relatif mampu menyaingi produk-produk Jepang.

Pada dekade 1990-an, mulai bermunculan kekuatan lain di Asia, yang juga menggeluti produk-produk manufaktur, yang selama ini menjadi andalan Jepang. Negara terbaru yang menyaingi Jepang adalah China.

Daya saing Jepang di bidang ekspor sudah terkikis. Terjadilah pemudaran pamor raksasa perusahaan Jepang seperti Sony.

Menurut ekonom Inggris, Paul Ormerod, Jepang tidak akan pernah bisa bangkit lagi seperti sedia kala jika tetap mengandalkan kekuatan ekspor, yang kini sudah digenggam China.

Jepang seharusnya beralih fungsi menjadi sebuah negara yang jago di sektor jasa, seperti keuangan, asuransi, serta teknologi informasi dan teknologi masa depan. Jepang luput mengejar kemampuan bidang ini.

Di sisi lain, penduduk Jepang yang sudah menua menambah derita ekonomi Jepang. Biaya negara diperlukan untuk mengurus warga tua, yang dulu menjadi sumber tenaga ekonomi Jepang.(REUTERS/AP/AFP/MON)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: