Arus Mudik; Pasar Tumpah Bisa Timbulkan Kemacetan

Selasa, 1 September 2009 | 11:53 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/09/01/11535327/pasar.tumpah.bisa.timbulkan.kemacetan

Yogyakarta, Kompas – Keberadaan pasar tradisional di pinggir jalan utama berpotensi menimbulkan kemacetan selama arus mudik Lebaran. Pemudik yang berencana melewati Jalan Raya Yogyakarta-Purworejo ataupun jalur alternatif lain di Kulon Progo, diimbau agar lebih waspada.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kulon Progo Rosyaduddin, Senin (31/8), menjelaskan setidaknya ada lima pasar tradisional yang dapat menghambat arus lalu lintas. Pemudik dianjurkan untuk melintas di luar hari pasaran agar tidak terjebak kemacetan.

Pemudik yang melewati Jalan Raya Yogyakarta-Purworejo, misalnya, di kilometer 15 bisa terhambat aktivitas Pasar Sentolo yang ramai setiap hari Pahing dan Wage, atau pada tanggal 16, 18, 26, dan 28 September. Selanjutnya, di kilometer 27, terdapat Pasar Temon yang ramai setiap hari Senin dan Kamis.

Di jalur alternatif yang melewati Jalan Daendels, kemacetan berpotensi terjadi di Pasar Jangkaran, Temon, yang ramai pada Selasa dan Jumat, lalu di Pasar Kranggan, Galur, setiap Kliwon, serta Pasar Brosot, Galur, yang ramai setiap Pon dan Legi. Dengan begitu, potensi kemacetan di jalur alternatif terjadi pada 15, 17, 20, 22, 25, dan 27 September.

Pemudik yang tidak bisa menghindari jadwal perjalanan pada hari- hari pasaran sebaiknya tidak melintas pada pagi hari. Sebab, biasanya pasar tradisional ramai mulai pukul 06.00-12.00.

Apabila memang diperlukan, Rosyaduddin berjanji menerjunkan petugas pengatur lalu lintas di pasar-pasar tradisional. ”Kami juga sudah memberitahukan kepada pengelola pasar untuk lebih mengetatkan pengawasan pedagang agar tidak sampai memenuhi badan jalan, apalagi sampai menghalangi kendaraan,” ucapnya.

Sudah tradisi

Kepala Seksi Angkutan Jalan Antarkota dan Antarwilayah Dinas Perhubungan DIY Muhammad Yasid mengatakan bahwa potensi kemacetan akibat pasar tumpah juga bisa terjadi di Pasar Mangiran, Srandakan, Bantul. ”Pasar tumpah itu sudah tradisi. Sangat sulit meminta pedagang untuk masuk pasar,” katanya.

Pihaknya juga telah memantau sejumlah titik yang rawan kecelakaan, seperti perempatan Ring Road Utara dan di daerah sekitar Candi Prambanan. Masyarakat diminta hati-hati saat melintas di jalan- jalan tersebut.

Untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan, petugas sudah memasang sejumlah rambu peringatan di titik-titik yang dianggap rawan. (ARA/YOP)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: