Pasar Murah bagi Gula; Industri Minta Bea Masuk Gula Impor Diturunkan

Selasa, 25 Agustus 2009 | 04:17 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/25/0417407/.pasar.murah.bagi.gula

Jakarta, Kompas – Pemerintah memutuskan menggelar pasar murah gula pasir dengan harga jual Rp 7.000 per kilogram.

Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhannya terhadap gula. Saat ini harga gula pasir di tingkat konsumen mencapai Rp 9.500 per kilogram.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Menko Perekonomian Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Senin (24/8). ”Sudah diputuskan, pemerintah menggelar pasar murah gula. Sudah ada komitmen dengan produsen gula putih. Produsen tidak rugi menjual Rp 7.000 per kg,” katanya.

Selain pasar murah, untuk menurunkan harga gula yang relatif sangat mahal, pemerintah mempertimbangkan menurunkan bea masuk impor gula dan menambah impor gula rafinasi. Namun, impor gula rafinasi terkendala peraturan Departemen Perdagangan yang menetapkan, satu bulan menjelang musim giling dan dua bulan setelah musim giling tidak boleh ada gula impor masuk.

Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman meminta semua pihak agar tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Keinginan agar bea masuk gula diturunkan disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan. Saat ini bea masuk gula Rp 790 per kg. ”Kalau bea masuk bisa turun, harga gula yang dibeli industri bisa turun, biaya produksi berkurang,” katanya.

Dua bulan terakhir, kata Ketua Bidang Kerja Sama Gapmmi Adhi Lukman, harga gula naik Rp 2.000 per kg. Padahal, bahan baku industri makanan dan minuman 60 persen adalah gula.

Harga lelang gula, kata Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia Yamin Rahman, terus naik. Jumat pekan lalu di PTPN X harga lelang gula Rp 8.461 per kg sehingga harga di tingkat konsumen bisa di atas Rp 10.000 per kg.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil, harga gula Rp 9.500 per kg di tingkat konsumen masih wajar. Kenaikan harga ini tidak sepenuhnya dinikmati petani tebu. Ini karena petani terikat harga talangan yang ditawarkan investor yang menjadi penjamin gula petani.

Di Temanggung, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Temanggung belum berniat menggelar operasi pasar gula. Kenaikan harga masih dinilai wajar.(MAS/SIE/EGI/nta)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: