Investasi Butuh Rp 1.631 Triliun; Ada Tujuh Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 25 Agustus 2009 | 04:23 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/25/04231175/investasi.butuh.rp.1.631.triliun

Jakarta, Kompas – Untuk mendorong pertumbuhan investasi 6,3 persen pada tahun 2010, dibutuhkan dana Rp 1.631 triliun. Sumber dananya diharapkan dari swasta, baik domestik maupun luar negeri, yakni Rp 450 triliun atau 27,59 persen dari total kebutuhan.

Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (24/8), dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR.

Pemerintah mencatat, ada tujuh sumber pertumbuhan investasi 2010. Pertama, anggaran belanja modal pemerintah senilai Rp 198 triliun. Kedua, anggaran belanja modal badan usaha milik negara (BUMN) sebesar Rp 182 triliun. Ketiga, kucuran kredit dari perbankan nasional Rp 297 triliun.

Keempat, laba ditahan dari perusahaan yang diharapkan mencapai Rp 153 triliun. Kelima, pasar modal Rp 188 triliun.

Keenam, penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri Rp 450 triliun. Ketujuh, sumber investasi lainnya, antara lain dari investasi rumah tangga Rp 162 triliun.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan investasi tahun 2010 akan sangat bergantung pada tiga kondisi. Pertama, niat perbankan untuk mengucurkan kredit. Kedua, dukungan pasar modal. Ketiga, pertumbuhan impor.

Saat ini perbankan sudah menunjukkan kecenderungan untuk menurunkan suku bunga kredit sehingga diharapkan akan menumbuhkan minat investasi.

Akan tetapi, impor (bahan baku dan barang modal untuk kegiatan produksi) belum bisa diandalkan karena kondisi perekonomian global yang diperkirakan belum pulih.

”Namun, dengan pemulihan pasar modal dan kredit perbankan, saya memperkirakan peluang investasi tumbuh di kisaran 6-8 persen bisa terjadi. Jika itu tercapai, pertumbuhan ekonomi bisa terdorong ke 5,5 persen,” ujar Sri Mulyani.

Pernyataan Sri Mulyani tersebut bertolak belakang dengan pernyataannya pekan lalu yang menyebutkan bahwa tahun 2010 pemerintah tidak menetapkan target pertumbuhan lebih tinggi dari 5 persen karena ketidakpastian perekonomian masih tinggi. (Kompas, 24/8).

Infrastruktur buruk

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Natsyir Mansur, mengingatkan, kondisi infrastruktur yang buruk bisa jadi faktor perlemahan investasi.

Pemerintah juga perlu mewaspadai sikap perbankan yang begitu lama menurunkan suku bunga kredit meskipun sudah didorong oleh penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga 250 basis poin sejak awal 2009.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution berjanji, kesepakatan antara BI dan 14 bank besar nasional akan segera terwujud dalam bentuk turunnya suku bunga kredit.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara memperkirakan pertumbuhan kredit 2010 akan mencapai 20 persen seiring dengan penurunan suku bunga kredit. (OIN/FAJ)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: