Kemasan Rokok Makin Mengecoh Konsumen

Senin, 24/08/2009 10:06 WIB
Vera Farah Bararah – detikHealth

detik health

http://health.detik.com/read/2009/08/24/100632/1188273/763/kemasan-rokok-makin-mengecoh-konsumen

Jakarta, Meskipun sudah banyak negara yang memberikan larangan pada bungkus rokok berupa gambar dan penulisan kandungan rendah tar, namun tetap saja terdapat aspek lain yang bisa menyesatkan atau menipu konsumennya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan kata-kata seperti komposisi tar yang rendah atau sedang bisa membingungkan konsumen, sehingga konsumen menganggap rokok memberikan risiko kesehatan yang rendah jika komposisinya dikurangi. Beberapa negara saat ini telah melarang perusahaan rokok menggunakan istilah yang membingungkan pada bungkus rokoknya.

Peneliti di Kanada menemukan bahwa pada beberapa bungkus rokok penggunaan kata ‘smooth’ atau ‘silver’ dan bahkan penggunaan warna yang lebih lembut pada bungkusnya, memberikan pengaruh terhadap persepsi konsumen bahwa risiko kesehatan dari merek tersebut.

Penemuan ini mendukung bahwa peraturan yang ada saat ini tidak cukup untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya kesehatan dari rokok, hal ini dilaporkan dalam Journal of Public Health.

“Dibutuhkan kemasan yang jelas dan jujur, kemasan ini pernah diterapkan di Kanada pada awal tahun 1990-an dan memberikan perhatian yang cukup serius dari beberapa negara saat itu,” ujar David Hammond dan Carla Parkinson dari University of Waterloo di Ontario, seperti dikutip dari Reuters, Senin (24/8/2009).

Pada penelitian ini melibatkan 312 perokok dan 291 yang tidak merokok dan membandingkan dua bungkus rokok dengan elemen yang berbeda. Hasilnya 80 persen partisipan berpikir bahwa produk yang mencantumkan label ‘smooth’ memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan bungkus rokok yang biasa. Sama halnya dengan bungkus rokok yang mencantumkan kata “silver” partisipan berpikir 73 persen memiliki tingkat bahaya yang lebih kecil.

Selain kata-kata yang tercantum dalam bungkus rokok, ternyata warna bungkus rokok juga mempengaruhi pemikiran konsumen, lebih dari 75 persen baik laki-laki maupun perempuan beranggapan warna bungkus yang lembut memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan warna yang gelap.

Tapi, bungkus rokok yang paling jujur adalah bukan melalui kata-kata melainkan melalui gambar. Dengan menunjukkan gambar penyakit yang diakibatkan oleh rokok akan membuat orang berpikir lagi untuk merokok. Jadi, jika ingin memiliki risiko kesehatan yang paling kecil adalah dengan menjauhi rokok dan mulai berhenti dari sekarang.

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

2 responses to “Kemasan Rokok Makin Mengecoh Konsumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: