Lagi, Minyak Makin Mahal

Permintaan Masih Lemah, Penurunan Harga Tetap Bisa Terjadi
Sabtu, 15 Agustus 2009 | 03:34 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/15/03341023/lagi.minyak.makin.mahal.

LONDON, JUMAT – Harga minyak terus menanjak pada perdagangan di hari Jumat (14/8). Kenaikan itu seiring dengan semakin besarnya harapan pemulihan ekonomi global akan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Aktivitas ekonomi berkorelasi positif dengan permintaan energi.

Minyak jenis Brent untuk pengiriman September naik 30 sen menjadi 73,78 dollar AS per barrel pada perdagangan di London. Sedangkan kontrak utama minyak New York naik lima sen menjadi 70,57 dollar AS per barrel.

Di tengah kenaikan harga minyak, salah seorang analis mengatakan bahwa akan ada penurunan arah harga minyak dalam waktu cepat. Dia memberi alasan, permintaan saat ini masih lemah.

”Saya sangat skeptis bahwa harga akan terus dapat bertahan lama. Saya melihat akan ada penurunan dalam waktu dekat,” ujar analis Andey Kryunchenkov di VTB Capital di London.

”Minyak Brent seharusnya turun ke 72 dollar AS atau bahkan ke harga 70 dollar AS per barrel, setelah eforia mengenai pemulihan ekonomi melemah. Ini akan terjadi tidak lama lagi,” ujarnya Kryunchenkov.

Optimistis

Sejak hari Kamis lalu, harga minyak mentah didukung kuat oleh pertumbuhan perekonomian yang lebih baik di Eropa. Data terbaru itu mendorong permintaan minyak sekaligus mendorong harga minyak semakin tinggi lagi.

Pertumbuhan produksi domestik bruto (PDB) di zona euro terkontraksi 0,1 persen pada kuartal kedua setelah terkontraksi sebesar 2,5 persen pada periode Januari-Maret. PDB Jerman dan Perancis, dua negara kekuatan ekonomi terbesar di Eropa membukukan pertumbuhan sebesar 0,3 persen pada kuartal kedua 2009. Hal itu mengejutkan ekonom sekaligus mengkonfirmasikan bahwa kedua negara itu sudah melewati masa resesi.

Harga minyak juga naik pada Rabu lalu setelah Bank Sentral (Fed) menyatakan aktivitas ekonomi mulai mendatar, tidak
lagi menurun dengan curam. Pengambil kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) juga masih terus menjaga tingkat suku bunga rendah.

Namun FOMC juga mengatakan akan mengurangi secara bertahap program pembelian obligasi negara. Pembelian dikurangi, setelah FOMC menyelesaikan skema pembelian sebesar 300 miliar dollar AS pada Oktober 2009. Tindakan ini bertujuan untuk memelihara tingkat suku bunga yang rendah.

AS merupakan negara yang paling banyak mengkonsumsi energi. Pemulihan ekonomi AS merupakan kunci dalam mendorong pemulihan ekonomi global.

Namun demikian, data mengenai cadangan energi AS memperlihatkan permintaan minyak masih tetap lemah. Depertemen Energi AS menyatakan, cadangan minyak mentah AS naik 2,5 juta barrel menjadi 352 juta barrel pada pekan yang berakhir pada 7 Agustus. Angka tersebut lebih dari tiga kali lipat perkiraan para analis. (AFP/AP/joe)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: