Krisis Mulai Mereda: Pemerintahan Kuat Mendongkrak Sentimen Pasar

Sabtu, 15 Agustus 2009 | 03:59 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/15/03592513/krisis.mulai.mereda.

Jakarta, Kompas – Krisis ekonomi telah memberikan dampak yang berbeda-beda bagi setiap negara berkembang. Namun, kekhawatiran terhadap krisis yang mulai terjadi tahun lalu telah mereda dan Indonesia berada dalam kondisi yang cukup baik bila dibandingkan dengan negara lain.

Chief Economist Deutsche Bank Group Prof Dr Norbert Walter, dalam pertemuannya dengan wartawan di Jakarta, Jumat (14/8), mengatakan, Indonesia hanya mendapat tekanan krisis global yang cukup rendah karena Indonesia memiliki manajemen ekonomi yang cukup baik.

”Bila dibandingkan dengan krisis moneter Asia tahun 1997, Indonesia tidak terlalu terpengaruh krisis ekonomi global karena manajemen ekonomi yang cukup baik” kata Norbert.

Manajemen ekonomi yang baik itu, antara lain, stabilitas fiskal yang terjaga, penerapan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan kebijakan ekonomi, serta efektivitas dari kebijakan tersebut. ”Indonesia telah menjadi salah satu negara berkembang yang semakin menunjukkan ’gigi’-nya,” ujar Norbert.

Setelah China dan India, perekonomian Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Indonesia memiliki potensi positif untuk terus mengembangkan ekonomi karena adanya sumber daya alam yang melimpah, besarnya populasi penduduk usia muda, dan ekonomi domestik yang besar.

Selain itu, lanjut Norbert, Indonesia juga telah memilih pemerintah yang kuat. Keadaan ini bisa mendongkrak investasi dan sentimen pasar.

Walaupun Indonesia baru mengalami serangan bom teroris, pasar finansial global memiliki sentimen dan reaksi positif terhadap Indonesia.

Norbert Walter adalah Chief Economist Deutsche Bank Group dan CEO Deutsche Bank Research. Sebelum menempati posisinya sekarang, ia adalah seorang profesor dan direktur di Kiel Institute for World Economist Universitas John Hopkins, Washington DC.

Volume perdagangan

Terkait dengan perekonomian global, Norbert memperkirakan penurunan ekonomi dunia pada tahun ini bisa mencapai 3 persen. Volume perdagangan global diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 10–15 persen.

Untuk mengatasi krisis ekonomi global, saran Norbert, diperlukan lebih banyak kerja sama internasional dalam pengawasan sektor keuangan dan perjanjian di bidang lingkungan.

Sebuah konsensus baru juga harus disepakati dalam menghadapi tantangan demografis di negara-negara industri sehingga proses globalisasi dapat diperbaiki pada masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Fuad Rahmany mengatakan, saat ini regulator pasar modal di seluruh dunia telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama, antara lain, untuk menekan kecurangan dan aksi spekulasi yang mungkin terjadi di pasar keuangan.

”Regulator pasar modal dunia sadar bahwa semuanya tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke mekanisme pasar. Ada hal-hal yang tidak bias diatur oleh pasar,” ujar Fuad.

Sementara itu, pada perdagangan saham kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 9,62 poin atau 0,40 persen ke level 2.386,86. (REI)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: