ANGGARAN 2010: Ekspor Belum Bisa Diandalkan

Sabtu, 15 Agustus 2009 | 03:58 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/15/0358521/ekspor.belum..bisa.diandalkan

Jakarta, Kompas – Indonesia tidak bisa mengandalkan ekspor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2010. Permintaan internasional terhadap produk ekspor Indonesia diperkirakan masih lemah.

Oleh karena itu, menurut Wakil Ketua Panitia Anggaran dan Koordinator Panitia Kerja Asumsi Makro, Penerimaan, Defisit, dan Pembiayaan Rancangan APBN 2010 Suharso Monoarfa, pemerintah perlu memperkuat pertahanan pasar domestik dan industri yang berorientasi pada pasar dalam negeri.

”Ekspor tidak bisa diandalkan sehingga tahun 2010 harus dimasuki dengan upaya fortifikasi pada pasar domestik agar
konsumsi rumah tangga menjadi lebih kuat,” ujar Suharso di Jakarta, Jumat (14/8).

Jumat sore, DPR menggelar Sidang Paripurna dengan agenda Pandangan Awal Fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010, yang dihadiri Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati.

Sebelumnya, pada Rapat Panitia Anggaran, DPR dan pemerintah sepakat menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2010 di level 5 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi adalah dari permintaan domestik dan membaiknya sisi penawaran.

Guna memperkuat konsumsi dalam negeri, anggaran belanja pegawai ditingkatkan, yakni dari Rp 28 triliun pada APBN Perubahan (APBN-P) 2009 menjadi Rp 161,7 triliun pada RAPBN 2010.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat konsumsinya dengan menaikkan anggaran belanja barang, yaitu menjadi Rp 100,2 triliun, atau meningkat Rp 15 triliun dibanding anggaran belanja barang pada APBN-P 2009.

Tingginya konsumsi diharapkan dapat mendorong tumbuhnya transaksi ekonomi di dalam negeri sehingga penerimaan pajak diharapkan bisa mencapai Rp 729 triliun pada 2010.

”Target pertumbuhan ekonomi 5 persen menunjukkan upaya pemerintah untuk mengakomodasi pandangan yang pesimistik,” ujar Suharso.

Penyerapan rendah

Dalam Sidang Paripurna DPR, Juru Bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Rama Pratama mengingatkan agar pemerintah mencari solusi untuk mengatasi rendahnya penyerapan anggaran pada awal tahun.

Penyerapan anggaran pada semester I-2008, misalnya, hanya 3,5 persen. Pada semester I-2009 hanya 3,2 persen.

”Ada pekerjaan rumah besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui perbaikan kinerja penyerapan anggaran pemerintah,” kata Rama. (OIN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: