Pengaruh Saham Komoditas; Waspadai Gelembung Finansial di Asia

Jumat, 14 Agustus 2009 | 03:59 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/14/03595721/pengaruh.saham.komoditas

Jakarta, Kompas – Setelah merosot selama dua hari berturut-turut, indeks harga saham dalam negeri kembali menguat. Hal ini dipengaruhi kenaikan indeks bursa global serta meningkatnya harga saham komoditas. Namun, investor perlu mewaspadai terjadinya gelembung finansial.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (13/8), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat signifikan sebesar 49,13 poin atau 2,09 persen menjadi 2.396,49, sedangkan Indeks LQ45 naik 10,37 poin atau 2,26 persen ke level 469,95 dan Indeks Kompas100 menguat 12,26 poin atau 2,14 persen ke level 582,93.

President Director PT CIMB-GK Securities Indonesia Bernard Thien mengatakan, penguatan indeks harga saham dalam negeri ini dipengaruhi kenaikan indeks di sebagian besar bursa global. Selain itu, keputusan Mahkamah Konstitusi yang mempertahankan hasil pemilu presiden setidaknya juga memberikan dampak positif.

Menurut Bernard, pelaku bursa global kembali bergairah setelah bank sentral AS, The Federal Reserve, memberikan penilaian cukup optimistis dan mengindikasikan resesi ekonomi AS telah berakhir.

Bernard mengatakan, penguatan indeks juga dipengaruhi harga saham pertambangan yang rata-rata naik 4,32 persen. Harga saham pertambangan naik signifikan menyusul kenaikan harga minyak sampai 70 sen menjadi 70,86 dollar AS per barrel.

Sementara itu, Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradeto, mengatakan, sekalipun kenaikan indeks ini terkesan wajar karena dipengaruhi penguatan indeks global dan membaiknya harga minyak, tetapi investor harus mewaspadai gejala penggelembungan sektor keuangan di Asia, khususnya China.

Untuk mengatasi dampak krisis ekonomi global, selama Semester I-2009, China meningkatkan likuiditas perbankan dengan menyalurkan kredit baru 1 triliun dollar AS. Namun, sekitar 25 persen dari kredit itu ternyata tidak untuk sektor riil, tetapi masuk ke bursa saham.

Hal ini mengakibatkan sektor keuangan di China menggelembung dan sangat mungkin merambat ke pasar keuangan lainnya termasuk Indonesia. (REI)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: