1.200 Usaha Kecil Terancam; Terjadi Konflik antara Pemilik Gerai dan Pemilik Mal

Kamis, 13 Agustus 2009 | 04:16 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/13/04160649/1.200.usaha.kecil.terancam

Palembang, Kompas – Sebanyak 600 pekerja dan 1.200 unit usaha kecil menengah yang terlibat dalam kegiatan usaha di gerai Carrefour Palembang, Sumatera Selatan, terancam pemutusan hubungan kerja dan kebangkrutan usaha. Ancaman muncul setelah terjadi sengketa kontrak sewa ruang antara PT Carrefour dan perusahaan pemilik bangunan.

Irawan D Kadarman, Direktur Hubungan Masyarakat PT Carrefour Indonesia, di Palembang, Rabu (12/8), menyatakan, pihaknya memulai usaha di Palembang tahun 2004 setelah penandatanganan kontrak sewa tempat usaha di Mal Palembang Square (PS) setahun sebelumnya. Berdasarkan perjanjian kontrak kerja, masa sewa tempat usaha itu hingga tahun 2023.

Selama lima tahun beroperasi, Carrefour menyerap 600 tenaga kerja lokal, yang berstatus karyawan tetap dan tak tetap. Carrefour juga menjalin kemitraan dengan 1.200 pemasok berskala UKM dari Palembang.

Irawan menambahkan, masalah mulai muncul tahun 2008 setelah terjadi perubahan status pemegang saham di perusahaan pemilik gedung yang disewa Carrefour. Pada Juli 2009 Carrefour mendapat surat dari pemilik Mal PS, yaitu PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS). ”Isi suratnya, mengakhiri perjanjian sewa secara sepihak. Kami protes, tetapi tak digubris, malah diancam pasokan air dan suplai listrik akan dimatikan,” ujarnya.

Hingga Rabu malam, Manager Building Mal PS Kristianus tidak dapat dihubungi. Telepon genggamnya mati. Pada Rabu siang, petugas keamanan perusahaan itu pun tidak memperkenankan wartawan memasuki kantor untuk menemui direksi.

Pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi, menyatakan, masalah itu merupakan potret konflik persaingan usaha antarpemodal besar. Ada kepentingan dari satu pemodal besar menggeser kemapanan usaha pemodal besar lain.

Amidi juga menyarankan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Nasib 600 pekerja dan 1.200 pemasok lokal yang bekerja dan terlibat dalam usaha di gerai itu harus diperhatikan. Jangan sampai pekerja terkena PHK dan pelaku UKM bangkrut.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengimbau agar ada perundingan bipartit antara PT Carrefour dan PT BJLS. ”Harus dicari titik temu untuk mencari keputusan paling baik. Jangan sampai muncul PHK massal dan kebangkrutan usaha pelaku UKM di Palembang. Beban warga sudah berat saat ini, jangan ditambah berat lagi,” ujarnya

Buruh Toshiba

Sebanyak 674 buruh PT Toshiba, Bekasi, Jawa Barat, saat ini juga terancam PHK. Sekitar 50 perwakilan buruh PT Toshiba, Rabu kemarin, berunjuk rasa di depan gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung. Mereka menuntut hakim PHI bersikap adil dalam menyidangkan kasus gugatan PHK yang diajukan PT Toshiba terhadap 674 buruhnya.

Buruh khawatir adanya mafia peradilan dan permainan uang di balik putusan yang dibuat hakim PHI. Apalagi, gugatan PHK yang diajukan PT Toshiba dinilai buruh belum memenuhi syarat dan melangkahi sejumlah prosedur.

Gugatan PHK oleh PT Toshiba bermula dari aksi mogok kerja 674 buruh. Buruh mogok sejak April 2009 karena aspirasi mereka tentang revisi peraturan perusahaan tidak diterima. Selama mogok, uang gaji dan tunjangan asuransi kesehatan dicabut. (oni/rek)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: