Indeks Konsumen Indonesia Tertinggi

Jumat, 31 Juli 2009 pukul 01:49:00

republika

http://republika.co.id/koran/49/66007/Indeks_Konsumen_Indonesia_Tertinggi

JAKARTA —Indeks Kepercayaan Konsumen atau Consumer Confidence Index Indonesia pada Juni lalu tercatat tertinggi diantara sepuluh negara di Asia Pasifik. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Nielsen di 28 negara pada 14.029 responden yang terbiasa menggunakan internet sepanjang 15-29 Juni 2009.

Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia sendiri saat itu berada pada level 112,5 persen. Angka itu hanya sedikit berada di atas angka yang dicatat konsumen India, yang mencapai level 112,1 persen. Setelah itu konsumen Filipina berada pada ketiga pada angka capaian 102,6 persen.

Direktur Eksekutif Consumer Research The Nielsen Company Indonesia, Catherine Eddy, menyatakan hal itu tidak terlepas dari rendahnya tingkat inflasi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. ”Kepercayaan konsumen di Indonesia amat berkaitan dengan tingkat inflasi.Saat kita mengalami tingkat inflasi yang tinggi,konsumen akan cenderung bereaksi lewat angka kepercayaan yang rendah,” kata Catherine, pada acara pemaparan hasil survei tersebut kepada media massa di Jakarta, Kamis (30/7).

Catherine mengatakan, dengan dapat ditekannya angka inflasi sedemikian rupa pada beberapa bulan terakhir, tidak mengejutkan jika hasilnya adalah peningkatan pada tingkat kepercayaan konsumen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat inflasi dari Januari 2009 mencapai 9,17 persen, dan terus mengalami penurunan. Pada Juni lalu, atau saat survei itu digelar angka inflasi tercatat 3,65 persen.

Dia juga menilai tahun ini sebagai tahun yang baik bagi para konsumen, ditinjau dari perspektif harga.”terlebih lagi jika dibandingkan dengan apa yang terjadi pada 2008 lalu,” kata Catherine. I mengingatkan, saat itu harga-harga kebutuhan rumah tangga mengalami peningkatan hingga dua digit.

Untuk Indonesia, survei itu juga mengemukakan berbagai hal tentang konsumen Indonsia. Menurut dia, kepedulian terbesar konsumen Indonesia adalah pada persoalan ekonomi. Itu ditunjukkan dengan angka kepedulian sebesar 25 persen. Meskipun perekonomian dunia pascakrisis global dinilai mulai membaik, namun masyarakat Indonesia masih sangat memendam kehawatiran terhadap kondisi ekonomi yang berdampak langsung pada mereka.

Kesimpulan serupa juga ditunjukkan dengan angka survei yang diperoleh Mei 2009, dimana hasilnya hanya berbeda tipis, yakni 24 persen. ”Meskipun perekonomian Indonesia sudah relatif membaik dengan tingkat inflasi di bawah empat persen, disertai penguatan nilai rupiah, masyarakat masih sangat khawatir akan perkembangan kondisi perekonomian,” kata Catherine.

Angka itu bahkan masih sedikit di atas rata-rata angka kepedulian di tingkat Asia Pasifik, yang mencapai 23 persen.

Sementara kepedulian masyakat Indonesia lainnya yang juga tinggi adalah pada bidang pekerjaan atau keseimbangan hidup (21 persen), kesejahteraan orang tua dan kebahagiaan (13 persen), pendidikan anak-anak (7 persen) dan ketersediaan lapangan pekerjaan (10 persen). fia

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: