Ada Dua Skenario Harga Minyak

Selasa, 21 Juli 2009 | 03:46 WIB

kompas_white

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/21/03460171/ada.dua.skenario.harga.minyak

Jakarta, Kompas – Pemerintah membuat dua perkiraan harga jual minyak mentah Indonesia rata-rata sepanjang tahun 2009, yakni 61 dollar AS per barrel dan 58 dollar AS per barrel. Perkiraan ini dibuat untuk mengantisipasi fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia.

Dua skenario harga minyak tersebut diungkapkan dalam Paparan Pemantauan Dini Bulan Juli 2009 dari Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan per 15 Juli 2009 yang diterima Kompas pekan lalu di Jakarta.

Pada 13 Juli 2009, harga minyak mentah di pasar dunia 59,8 dollar AS per barrel atau lebih rendah dibandingkan harga perkiraan pemerintah pada semester II-2009 yang berada di level 70 dollar AS per barrel.

Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan, keputusan akhir pada rapat panitia kerja dengan pemerintah menetapkan bahwa asumsi harga minyak yang akan dipakai adalah dengan basis 61 dollar AS per barrel.

Suharso menjelaskan, jika memperhitungkan biaya produksi migas yang bisa ditagihkan ke negara (cost recovery), dengan basis 58 dollar AS per barrel, akan terjadi kekurangan dana sekitar Rp 9 triliun untuk menutup belanja migas.

Penurunan harga minyak dari 61 ke 58 dollar AS per barrel tidak linier dengan penurunan cost recovery, yang pada kedua basis harga minyak itu sama, yakni 11,05 miliar dollar AS.

”Untuk menghindari penambahan biaya, Panitia Anggaran meminta BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas) melakukan upaya tambahan agar cost recovery bisa ditekan ke level 10,05 miliar dollar AS,” ujar Suharso.

Harga keekonomian

Berdasarkan perkiraan hingga 10 Juli 2009, harga jual eceran premium di dalam negeri akan berada di bawah harga keekonomian. Harga keekonomian premium Rp 5.860 per liter, sedangkan harga jual ecerannya saat ini Rp 4.500 per liter.

Meskipun demikian, harga keekonomian premium pada Agustus 2009 diperkirakan akan menurun mendekati harga jual eceran dalam negeri.

Harga keekonomian premium pada bulan Agustus diperkirakan Rp 5.440 per liter. Ini membuat subsidi bahan bakar minyak untuk premium akan menurun pada Agustus 2009.

Begitu juga harga keekonomian solar yang diperkirakan mencapai Rp 5.515 per liter pada bulan Agustus 2009 atau menurun dibanding Juli 2009 sebesar Rp 6.057 per liter.

Harga keekonomian solar pada Agustus 2009 akan semakin mendekati harga jual eceran solar yang saat ini ditetapkan Rp 4.500 per liter. Itu berarti, subsidi untuk solar akan menurun pada bulan Agustus 2009. (OIN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: