Jangan Dramatisasi Ekonomi; Para kandidat diminta realistis.

Sabtu, 04 Juli 2009 pukul 01:57:00

republika

http://republika.co.id/koran/14/60142/Jangan_Dramatisasi_Ekonomi

JAKARTA — Janji-janji ekonomi telah dilontarkan oleh para calon presiden (capres)/cawapres dalam ajang kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Masing-masing mengklaim indikator ekonomi yang mereka tawarkan paling realistis dan bakal tercapai.

Di antara perbedaan yang tampak mencolok adalah perdebatan soal capaian pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan, seperti diungkap pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

Anggota tim kampanye nasional SBY-Boediono, Chatib Basri, mengatakan, SBY-Boediono tak akan menggebu-gebu memberikan janji mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melampaui tujuh persen. Selama periode 2004-2008, ungkap Chatib, rata-rata ekonomi Indonesia tumbuh enam persen.

Dengan capaian ini, klaimnya, jumlah kemiskinan dan pengangguran sudah jauh berkurang. Bila pada 2004 angka kemiskinan pada level 16,7 persen, kini sudah 14,2 persen. ”Atau, berkurang 2,5 juta orang miskin,” ujar Chatib di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (3/7). Begitu pula, jumlah pengangguran yang anjlok dari 10,4 persen pada 2004 menjadi 8,1 persen pada triwulan pertama 2009. Dengan fakta itu, kata Chatib, hal terbaik yang bisa dilakukan lima tahun ke depan adalah melanjutkan program-program yang selama ini sudah berjalan.

Karenanya, fokus utama SBY-Boediono ke depan adalah tetap mempertahankan agar harga-harga tidak naik dan industri terus berproduksi. ”Kalau harga naik, daya beli masyarakat turun. Begitupun industri harus tetap berproduksi untuk menjamin pendapatan masyarakat,” urai Chatib. Anggota tim ekonomi Mega-Prabowo, Hendrawan Supratikno, mengatakan, dengan persiapan yang baik, pertumbuhan ekonomi 10 persen bisa dicapai pada 2012. ”Ada rumus matematikanya,” kata Hendrawan, kemarin.

Dengan pertumbuhan ekonomi 10 persen, jelasnya, berarti waktu untuk melipatgandakan pendapatan per kapita semakin pendek. Ditargetkan pada 2014 pendapatan per kapita rakyat Indonesia 4.000 dolar AS per tahun. Capaian itu, menurutnya, bukan mustahil terealisasi. Di antara caranya, dengan mereformasi birokrasi dan menaikkan gaji mereka agar bekerja lebih baik. Apalagi, katanya, jika kebocoran pemanfaatan sumber daya ekonomi nasional yang mencapai Rp 200 triliun per tahun bisa ditutup. Belum lagi pasar domestik yang sangat luas, yang memungkinkan industri berkembang. ”Kita punya modal untuk memacu pertumbuhan,” jelasnya.

Tim Mega-Prabowo, kata Hendrawan, juga menargetkan penurunan angka kemiskinan setiap tahun 1-1,5 persen per tahun.

Dengan mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir 1 Juli 2009–angka kemiskinan 32,53 juta orang, pada 2012 angka kemiskinan akan turun 5-6 persen dari sekarang. Kolega Chatib di tim sukses SBY-Boediono, Raden Pardede, menambahkan, tak ada satu pun negara yang ekonominya mampu tumbuh dua digit tahun depan. Ekonomi dunia belum bisa bergerak maksimal.

Negara-negara dengan pertumbuhan dua digit pun melorot ekonominya. Ia misalkan Cina, dari 10 persen turun ke delapan persen. ”Potensi pertumbuhan itu sudah tak bisa maksimal lagi, sehingga Indonesia kalaupun bagus sekali, bisa tujuh persen. Tapi, angka yang wajar lima persen,” tegasnya. Adanya janji kampanye ekonomi bisa dua digit, menurutnya, tak realistis. ”Itu hanya impian,” katanya.

Chatib Basri menambahkan, situasi ekonomi Indonesia tidak bisa dikatakan menurun. Di antara alasannya, harga beras dan inflasi terkendali. Beras merupakan salah satu komponen utama pendongkrak inflasi. Dalam enam bulan terakhir, inflasi 0,21 persen. Begitu pula masalah kemiskinan yang baru dirilis BPS. Ada penurunan dua juta penduduk miskin dalam setahun terakhir. ”Ini prestasi terbesar sejak krisis terjadi,” klaimnya.

Praktisi ekonomi, Sandiaga Uno, menilai, terjadi kesenjangan antara jargon kampanye para kandidat Pilpres 2009 dan yang terjadi di akar rumput. Ia mengklaim kondisi riil ekonomi menengah dan kecil cukup baik. ”Ekonomi Indonesia berada di titik yang cukup baik dibanding negara tetangga. Karena itu, saya sebut sekarang ada paradoks jargon,” katanya yang saat dihubungi tengah safari ekonomi, Jawa-Bali-Lombok.

Mantan ketua HIPMI ini menilai, aneh bila saat ini ada kandidat yang meremehkan kekuatan ekonomi Indonesia. Apalagi jika mengumumkan Indonesia akan terpuruk, bangkrut, dan kesulitan berutang. Dari safari ekonomi yang ia lakukan, roda ekonomi usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat ini bergerak cepat. Pertumbuhannya ia perkirakan 15-20 persen.

UMKM membuktikan diri sanggup bertahan dan relatif tidak terpengaruh oleh krisis keuangan internasional.

Ia menyarankan, para kandidat bersikap realistis terhadap ekonomi Indonesia. Dengan lesunya ekonomi dunia, fokus harus dialihkan. Jangan terlalu bertumpu pada ekspor, melainkan memperkuat pasar domestik. Pada saat yang sama melihat pasar ekspor lain yang tidak terimbas krisis, yaitu Timteng dan Eropa Timur. ade/ann/evy

Visi, Misi, Program

SBYNOMICS
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan komitmennya mendorong ekonomi tumbuh signifikan lima tahun ke depan.

Target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2014 bukanlah impian. Paham neoliberalisme juga bukan pilihan sistem ekonominya.

Tiga Prioritas
– Sumber daya berlimpah, tapi belum digunakan secara efisien.
– Pemeliharaan infrastruktur.
– Meningkatkan human capital agar lebih produktif dan inovatif dan juga financial capital dengan cara yang baik.

Pertumbuhan Ekonomi

-Menargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2014. Target ini lebih konservatif lantaran ada dampak krisis global.
-Mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan setinggi-tingginya.
-Kondisi ekonomi Indonesia dan dunia tahun depan sudah mulai pulih.

Inflasi
Di bawah 6 persen selama lima tahun ke depan.

Investasi
Menciptakan iklim investasi yang bagus.

Makro dan Moneter
-Posisi Indonesia sudah membaik, diharapkan dua tahun ke depan sudah bisa lepas dari perangkap krisis keuangan

global.
-Kebijakan ekonomi yang membuka interaksi dengan pasar global.
-Memperbesar belanja pemerintah sebagai akibat dari membesarnya penerimaan negara dalam tahun-tahun mendatang.

Sektor Riil
-Memelihara daya beli masyarakat lima tahun ke depan.
-Melindungi sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).
-Bukan penganut proteksionisme, tapi social justice .

*Penanggulangan Kemiskinan

– Meneruskan, meningkatkan, dan menyempurnakan pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sebagai inti dari program kemiskinan yang sudah dimulai sejak 2007.

– Penyempurnaan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan memutakhirkan data rumah tangga sasaran, mengurangi duplikasi dan kebocoran.
– Penyediaan beras murah bagi keluarga miskin untuk menjamin ketahanan pangan.

– Pengembangan program-program berlapis untuk rakyat miskin yang dilakukan secara intensif, antara lain: Program Jamkesmas, BOS, PKH, BLT, PNPM, Raskin.

– Pemihakan kepada Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi, antara lain, dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat untuk memberikan akses modal bagi masyarakat kecil.

* Ketahanan Pangan

– Memperbaiki infrastruktur pertanian dengan peningkatan anggaran di bidang pembanguan dan perbaikan irigasi, saluran air, jalan raya, kereta api, dan pelabuhan yang menghubungkan produksi pangan dan tujuan pasar.

– Meningkatkan kualitas input , baik dengan dukungan penelitian dan pengembangan bibit unggul, dan penyuluhan untuk penggunaan secara tepat dan akurat dengan risiko yang dapat dijaga.

– Memperbaiki kebijakan penyediaan dan subsidi pupuk, agar tidak terjadi kelangkaan, penyelundupan, dan penggunaan pupuk subsidi kepada yang tidak berhak.

– Penguatan dan pemberdayaan petani, nelayan, petambak, dan menjaga daya beli dan nilai tukar petani dengan menjaga stabilitas harga komoditas yang menguntungkan petani, tapi tak memberatkan konsumen berpendapatan rendah.

– Melaksanakan kebijakan pengembangan industri hilir pertanian dengan penciptaan iklim investasi yang baik dan bila perlu diberikan insentif (fiskal) bagi pengembangannya.

*Ekspor akan menjadi andalan.
Meminimalkan angka pengangguran.

*Birokrasi
*Pembenahan secara struktural dan kultural untuk mempermudah iklim investasi.

Sumber: Dialog Kadin, Debat Capres/Cawapres, KPU

MEGANOMICS

Megawati Soekarnoputri menjanjikan pertumbuhan dua digit dalam empat tahun ke depan (2013) dan mendorong UKM menjadi sektor andalan. Megawati menegaskan komitmennya membangun ekonomi kerakyatan.

*Ekonomi Rakyat
– Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) menjadi ujung tombak ekonomi kerakyatan.
– Bisnis UKM yang kebanyakan jauh dari spekulasi valas menjadikan sektor ini menopang ekonomi kerakyatan.
– Ekonomi rakyat seperti UKM ini tergerus oleh tingginya biaya BBM.
– Berencana membuat kawasan khusus bagi pedagang kaki lima (PKL).

– Menolak keras berbagai upaya penertiban terhadap PKL. Mereka komunitas yang harus dilindungi.

– Melindungi pedagang pasar tradisional dengan melarang pembangunan pasar swalayan berskala besar yang tidak sesuai UU.

*Ekonomi Berdasarkan Budaya Sendiri

– Bangsa Indonesia yang pluralis dan majemuk menjadi penopang diaplikasikannya pembangunan ekonomi yang berdasarkan budaya sendiri.
– Tidak sepenuhnya konsep pembangunan ekonomi itu meniru negara maju.
– Dari beberapa sisi, memang perlu meniru negara-negara maju seperti AS dan Jepang.

*Infrastruktur
– Mega berjanji akan menggenjot pembangunan infrastruktur untuk mengembangkan perekonomian rakyat.

*Sektor Riil
-Menciptakan produk dan pasar lokal yang kuat.
-Mempermudah perbankan mengucurkan kredit ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
-Mendorong UKM mengembangkan potensi secara lebih baik.
-Pengusaha besar harus membuka jalan dan memberi akses bagi pengusaha kecil.

-Harus memiliki kebanggaan terhadap produk dalam negeri yang kebanyakan diproduksi sektor UKM, seperti India yang mampu membangun dan menerapkan itu.

*Pertumbuhan Ekonomi
-Pertumbuhan ekonomi dua digit dalam empat tahun ke depan bukan hal yang mustahil.

*Makro

-Mengembalikan kekayaan negara yang selama ini bocor. Sistem sekarang yang membayar utang dengan utang dinilai salah.
-Meningkatkan pembangunan ekonomi di daerah.

*Kekayaan Negara untuk Kemakmuran Rakyat

-Menjadwalkan kembali utang luar negeri dan mengalihkannya untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi, yang murah serta ramah lingkungan.
-Menyelamatkan kekayaan negara dengan meninjau kembali kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan nasional.
-Menghentikan penjualan aset negara yang strategis dan atau yang menguasai hajat hidup orang banyak.

-Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas pembiayaan ekspor impor dari negara untuk menyimpan dana hasil ekspornya di bank dalam negeri.

-Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk membangun perumahan dan apartemen mewah, mal, serta proyek-proyek mewah lainnya.

*Kedaulatan Ekonomi
– Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan ekonomi.
– Membangun industri pengolahan untuk memperoleh nilai tambah.
– Meningkatkan pendapatan per kapita dari 2.000 dolar AS menuju 4.000 dolar AS.
– Membangun sarana dan prasarana tranportasi massal.

*Energi dan Pertanian
-Fokus pada sektor pertanian dan energi yang berkelanjutan.

– Mencetak 2 juta hektare lahan baru untuk peningkatan produksi beras, jagung, kedelai, tebu yang dapat mempekerjakan 12 juta orang.
– Membangun pabrik pupuk Urea dan NPK milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton.
– Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000 MW).
– Mendirikan kilang-kilang minyak pabrik bioethanol dan pabrik DME (pengganti LPG).

– Mencetak 4 juta hektare lahan untuk aren (bahan baku bioethanol) yang dapat mempekerjakan 24 juta orang. Pembukaan lahan ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor bahan bakar nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta ha hutan aren menghasilkan sekitar 56 juta mt ethanol/tahun).

*Perdagangan Bebas
– Membuka pasar bukan berarti membuka sebebas-bebasnya, tidak sembarangan semua orang asing bisa masuk.
– Kedaulatan ekonomi dalam negeri tetap harus ditegakkan. Negara-negara lain juga menerapkan itu.
– Jepang dan AS melakukan proteksi terhadap sektor pertanian mereka.

Sumber: Dialog Kadin, Debat Capres/Cawapres, KPU

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: