Obama Tak Mau Dolar ‘Diduakan’

Nurul Qomariyah – detikFinance
Rabu, 25/03/2009 12:28 WIB

detikfinance

http://www.detikfinance.com/read/2009/03/25/122812/1104897/5/obama-tak-mau-dolar-diduakan

Washington – Ketergantungan dunia akan dolar AS sangat rawan, sehingga memunculkan ide untuk pembentukan mata uang global. Namun usulan itu langsung ditolak Presiden AS Barack Obama yang menilai dunia tidak butuh mata uang baru.

Menurut Obama, para investor masih menilai AS sebagai negara dengan perekonomian terkuat dengan sistem politik paling stabil di dunia.

“Sebagaimana kepercayaan terhadap perekonomian AS atau dolar, saya hanya ingin menekankan bahwa dolar berada dalam posisi yang sangat kuat saat ini,” ujar Obama dalam konferensi persnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/3/2009).

Obama menyatakan, meski AS kini sedang melalui jalur yang sulit namun negara adikuasa itu tetap menikmati kepercayaan yang tinggi dari investor.

“Saya tidak percaya ada sebuah kebutuhan untuk mata uang global,” jelas Obama.

Gubernur Bank Sentral China, Zhou Xiaochuan’s sebelumnya menyerukan pergantian dolar AS, yang selama ini digunakan sebagai cadangan mata uang setelah perang dunia kedua, dengan standar berbeda seperti yang dijalankan IMF.

Zhou pun menyebut mata uang Special Drawing Rights (SDR) IMF —kumpulan dari mata uang dolar, euro, poundsterling dan yen— yang bisa menjadi mata uang asing super dan tidak mudah dipengaruhi oleh kebijakan suatu negara.

China kini merupakan kreditor terbesar dari AS. China membeli obligasi AS sebesar US$ 739,6 miliar per Januari. China juga memiliki cadangan devisa dalam dolar AS terbesar di dunia, yang nilainya mencapai US$ 1 triliun.

Gubernur BI Boediono sebelumnya juga menyatakan bahwa China kini memang aktif mendorong penggunaan mata uangnya, yuan untuk transaksi internasional. Boediono juga menilai bahwa ketergantungan dunia akan dolar AS sangat rawan, namun sulit untuk dikurangi dalam waktu dekat.

Terkait masalah tersebut, Indonesia dan China baru saja menandatangani Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) senilai RMB 100 miliar atau sekitar Rp 175 triliun.(qom/ir)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: