Pemerintah Undang Investor Pengolahan Sampah

Suhendra – detikFinance
Rabu, 25/02/2009 11:40 WIB

detikfinance

http://www.detikfinance.com/read/2009/02/25/114017/1090236/4/pemerintah-undang-investor-pengolahan-sampah

Jakarta – Pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum (PU) mengundang kepada para pelaku usaha swasta untuk bisa terjun dalam bisnis pengolahan sampah yang merupakan bagian dari upaya clean development mechanism (CDM).

Pengolahan sampah yang berbasis moderen akan mengedepankan aspek pengolahan sampah terukur atau cotrolled landfill atau sanitary landfill yang bisa dikembangkan untuk pemanfaatan produksi pupuk maupun energi termasuk pembangkit listrik.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan selama ini biaya investasi dibidang ini cukup tinggi untuk ia mendesak kepada pelaku swasta bisa memanfaatkan peluang tersebut.

Saat ini, kata Djoko, sudah ada 5 proyek pengembangan CDM yang merupakan proyek patungan antara pemda dengan swasta diantaranya TPA Suwung Denpasar, TPA Batulayang Pontianak, TPA Sumur Batu Bekasi, TPA Sukowinatan Palembang dan TPA Tamangapa Makasar.

Djoko menambahkan diharapkan akan ada tambahan lokasi TPA lainnya diluar 5 wilayah tersebut, menurutnya kerjasama pemda (pemkot/kabupaten) dengan swasta sangat penting untuk memanfaatkan maksimalisasi dana certified emission reduction (CER) yang diperoleh pemda untuk menambah biaya operasional TPA yang kurang memadai. Setidaknya biaya operasional TPA di Indonesia mencapai Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per ton sampah.

“Keuntungan bagi investor swasta, ini menguntungkan bagi investor, dapat uang pula sambil ibadah,” ucapnya.

Menurutnya investasi di pengelohan sampah cukup menguntungkan artinya investor tidak perlu khawatir mengenai potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Meskipun risiko resistensi terhadap pembangunan TPA saat ini masih cukup tinggi terhadap masyarakat.

“Itu lah tugas kita untuk memberi penjelasan akan manfaatnya, tidak ada yang resistensi kalau dia (masyarakat) tahu. Kalau program kita didemo mereka berarti tidak tahu,” ucapnya.

Djoko mencontohkan selama ini protek CDM yang cukup berhasil walaupun pengerjaanya belum rampung 100%, adalah proyek CDM di Bali. Saat ini lokasi tersebut telah mampu menghasilkan listrik yang berhasil dijual seharga Rp 600 per kwh di bali. Dengan mengolah sampah 500 ton per hari yang memiliki daya 10 MW.

Sementara itu Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono menambahkan sebagai komitmen pemerintah mendorong pengembangan CDM, pemerintah pusat melalui APBN telah mengganggarkan dana Rp 300 miliar untuk pengembangan CDM di TPA Makasar.

“Kalau investasi Rp 300 miliar untuk yang di Makasar, ini benar-benar baru, yang diolah itu 1000 ton sampah per hari, dua kali lipat dari yang di Bali (20 MW),” imbuh Budi.

Mengenai peluang investasi di sektor ini, Budi menjelaskan setidaknya untuk kapasitas pengolahan sampah 500 ton per
hari maka investasinya berada dikisaran US$ 20 juta.

“Memang akan sangat tergantung teknologinya,” ucapnya.

(hen/qom)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: