Siasati Keborosan dengan “Linting Dhewe”

Usaha, Senin, 09 April 2007

skt-landung_s1

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/09/jogja/1035801.htm

Sleman, Kompas – Pemborosan yang terjadi akibat kebiasaan merokok dapat disiasati dengan cara membuat lintingan rokok sendiri. Selain rasanya sama dengan rokok kemasan yang dijual bebas, yang bersangkutan juga merasa lebih puas karena ikut terlibat langsung mulai dari proses pencampuran bahan sampai mengisapnya.

Landung Simatupang, salah seorang pemilik warung rokok Tingwe Caglak Kedai Tembakau Djogja 01 di kompleks Tarakanita I/21 Gejayan, Santren, beberapa waktu lalu, menuturkan, tidak sedikit pelanggan yang cocok dan beralih pada rokok linting dhewe (tingwe), dari sebelumnya mereka mengonsumsi rokok kemasan yang dijual bebas.

“Dengan melinting sendiri, penggemar berat rokok bisa menghemat hingga 60-70 persen. Harga rokok kemasan lebih mahal karena ada pajaknya, yakni pajak rokok. Pajak tingwe hanya berupa pajak tembakau,” ujar Landung yang didampingi istrinya, Engelina P.

Menurut Landung, cara ini cukup efektif bagi perokok yang belum bisa menghentikan kebiasaan 100 persen lantaran alasan ekonomi. Demikian pula masalah kesehatan, ia memiliki trik lain, yakni menyiasati dengan menyediakan buku-buku dan menempelkan brosur mengenai sejarah rokok hingga bahaya yang ditimbulkan lebih rinci pada dinding kedai. Dari situlah perokok bisa memperoleh tambahan pengetahuan sekaligus melakukan penghematan.

Ia mencontohkan, ada salah seorang pelanggannya yang masih kuliah di sebuah kampus di Yogyakarta yang berhasil menghemat biaya pengeluaran. Uang rokok sang mahasiswa yang mencapai Rp 400.000-an per bulan bisa ditekan kurang dari Rp 200.000.

Rasa sama
Meski menyediakan bahan mentah alias belum dilinting, tembakau yang ditawarkan Landung bukan sembarangan. Tembakau diperoleh dari paguyuban mantan peramu rokok yang sebelumnya pernah bekerja di pabrik rokok terkenal. Tembakau itu juga sama dengan rokok-rokok kemasan bermerek yang dijual bebas. “Para peramu inilah yang bisa menyediakan aneka bahan sesuai dengan rasa rokok kemasan,” ujar Engelina.

Rokok tingwe memang cara yang efektif untuk melakukan penghematan. Namun tidak semua perokok melirik produk yang satu ini. Roni, pedagang rokok kemasan di Nayan, Maguwoharjo, Sleman, mengatakan anak muda yang gaul biasanya akan memilih rokok kemasan yang dirasakan lebih praktis.

“Melinting biasanya membutuhkan waktu dan tempat tertentu. Sedangkan anak muda biasanya lebih yang simpel-simpel,” ujarnya. (WER)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

One response to “Siasati Keborosan dengan “Linting Dhewe”

  • nunuk wardani

    Ketika kuliah S1 di Bandung, dulu, aku punya dosen yang biasa tingwe. Beliau bilang dengan keren: hand-made bumiputra. Ada tiga teman cowok yang juga melinting tembakau (dari Malaysia?). Isu tentang udara bersih memang belum sekuat sekarang. Jadi, di ruang kuliah kadang beliau ya merokok. Awalnya aku protes. Terpaksa aku duduk di kursi belakang sebab tidak ngefek. Tapi kuliah statistika tetap memikat. Bahasan tentang buku Erickson yang tebal menjadi jelas.
    Aku menyesal ketika beliau berpulang ke rumah Bapa, aku tidak bisa datang. Kuliah-kuliah beliau yang mendukung karirku di salah satu instansi di Sulawesi Selatan sekarang.
    Thank untuk kliping tingwe yang nostalgis ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: