Rokok Picu Komplikasi Gangguan Jantung; Karbon Monoksida Mengganggu Difusi Oksigen ke Sel Darah

Rabu, 01 Agustus 2007

kompas-cetak203

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/01/humaniora/3732644.htm

Jakarta, Kompas – Asap rokok terbukti meningkatkan risiko komplikasi pada penderita gangguan jantung. Hal itu akibat ikatan karbon monoksida dari asap rokok dengan hemoglobin dalam darah yang mengganggu distribusi oksigen ke jaringan tubuh.

Demikian hasil penelitian dokter ahli paru dan penyakit dalam Mirza Zoebir (59) yang dituangkan dalam disertasi doktor bidang ilmu kedokteran di depan senat akademis Universitas Indonesia, Selasa (31/7) di Jakarta. Mirza yang dibimbing promotor dan kopromotor pakar jantung Asikin Hanafiah, pakar paru Hadiarto Mangunnagoro, dan pakar epidemiologi Bambang Sutrisna lulus dengan yudisium cum laude.

Sebagai dokter di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Mirza meneliti 145 penderita infark miokard akut (IMA) yang masuk ke ruang gawat darurat dan dirawat di cardio vascular care unit RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita tahun 1998-2002. Rata-rata usia subyek penelitian 57,51 tahun. Sebagian besar (86,2 persen) laki-laki.

Karbon monoksida
Mirza menjelaskan, karbon monoksida (antara lain asap rokok yang dihirup) mengganggu difusi oksigen ke mitokondria sel. Hal ini memperluas jaringan hipoksia (kekurangan oksigen) dan menghalangi proses penyembuhan gangguan jantung.

Hasil penelitian menunjukkan, kelompok penderita yang memiliki ikatan karbon monoksida-hemoglobin (karboksihemoglobin) rendah (kurang dari 2 persen) dalam darah mendapat komplikasi sebanyak 44,33 persen. Sementara komplikasi pada kelompok yang karboksihemoglobinnya tinggi (sama atau lebih dari 2 persen) sebesar 75 persen.

Jenis komplikasi yang terjadi antara lain kegagalan jantung sebagai pompa, gangguan irama jantung, serta gangguan mekanis dan tromboemboli (sumbatan pada pembuluh darah jantung). “Proses aterosklerosis merupakan dasar timbulnya penyakit kardiovaskular yang terkait erat dengan terganggunya fungsi endotel (sel gepeng yang melapisi permukaan pembuluh darah). Endotel yang sudah terganggu akan semakin rusak fungsinya bila ada faktor risiko lain,” papar Mirza.

Kadar karboksihemoglobin dalam darah meningkat pada perokok serta mereka yang terpajan polusi udara akibat pembakaran hidrokarbon yang tidak sempurna, misalnya hasil pembakaran bahan bakar minyak, pembakaran sampah, atau kebakaran hutan. Ikatan karbon monoksida dengan hemoglobin mengurangi pengiriman oksigen ke pelbagai jaringan tubuh serta mempersulit pelepasan oksigen ke jaringan tubuh. (ATK)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: