Rokok Membunuh 100 Juta Orang

Senin, 11 Feb 2008

skt7

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=325573

NEW YORK – Data yang dirilis dari World Health Organization (WHO) menunjukkan, di abad ke-20, tembakau sudah membunuh 100 juta jiwa di seluruh dunia. Bila pemerintah tidak segera ikut campur, pada abad ke-21, satu miliar orang akan meninggal dunia akibat kebiasaan merokok itu.

WHO mencermati bahwa pemerintah di seluruh dunia sudah mendapatkan pajak dari tembakau sebesar USD 200 miliar (sekitar Rp 1.860 triliun) setiap tahun. Namun, hanya seperlima dari satu persen keuntungan pajak itu yang digunakan untuk mengendalikan kebiasaan mengisap tembakau.

“Kami mencoba mencari solusi epidemik rokok global yang mengancam kehidupan satu miliar pria, wanita, dan anak-anak pada abad ini,” ujar Direktur Jenderal WHO Dr Margaret Chan dalam laporannya.

Chan mengumumkan laporan itu bersama Wali Kota New York Michael Bloomberg. Bloomberg adalah pendiri Bloomberg Philanthropies yang memberikan suntikan dana sebesar USD 2 juta (sekitar Rp 18,6 miliar) untuk penelitian yang dilakukan WHO atas isu tembakau. Bloomberg mengatakan, laporan tersebut menguji kebijakan tembakau di 179 negara untuk kali pertama.

Di Laporan WHO pada Epidemik Tembakau Global 2008, WHO meminta seluruh negara di dunia meningkatkan upaya untuk mencegah anak muda mulai mengisap rokok. WHO juga mengimbau negara agar mencari kiat menghentikan kebiasaan merokok dan melindungi bukan perokok menjadi perokok pasif karena menghirup asap rokok.

Untuk mewujudkan hal tersebut, WHO mendesak pemerintah supaya mengadopsi enam kebijakan pengendalian tembakau. Yaitu, meningkatkan pajak, melambungkan harga tembakau; melarang iklan rokok, promosi, dan sponsorship; memberikan perlindungan terhadap nonperokok; memperingatkan masyarakat mengenai bahaya merokok; membantu perokok yang ingin berhenti; dan memonitor penggunaan tembakau.

Berdasar penelitian itu, hampir dua pertiga perokok di dunia berada di sepuluh negara. Antara lain, Tiongkok (30 persen), India (10 persen), dan sisanya di Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Brazil, Bangladesh, Jerman, dan Turki. Diperkirakan, pada 2030, lebih dari 80 persen kematian akibat tembakau terjadi di negara dengan pendapatan negara rendah dan menengah. (AP/AFP/erm/tia)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: