Penting, Sosialisasi Tempat Terlarang Merokok

Universitaria, Tuesday, 17 July 2007

kr1

http://www.kr.co.id/article.php?sid=130955

YOGYA (KR) – Efektif tidaknya Perda mengenai pengendalian pencemaran udara di Yogyakarta, sesungguhnya sangat tergantung dari persiapan serta sosialisasi dari pemerintah sendiri. Persiapan yang matang harus dilakukan bukan hanya di wilayah propinsi, namun yang lebih penting adalah implementasi di daerah-daerah.

“Yang lebih penting lagi adalah sosialisasi peraturan merokok ini kepada seluruh masyarakat, yaitu mengenai tempat-tempat mana saja yang boleh maupun yang tidak boleh untuk merokok,” tandas Dosen FH UMY, Iwan Satriawan SH MCL dalam diskusi terbatas di Kampus Terpadu UMY, Sabtu (14/7). Diskusi sebagai respons terhadap hadirnya Perda tersebut.

Diakui, munculnya peraturan daerah pengendalian pencemaran udara di wilayah Yogyakarta yang telah disahkan beberapa waktu lalu, disambut baik oleh beberapa kalangan. Ini merupakan salah satu langkah tepat yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mengurangi pencemaran di wilayah Yogyakarta yang memang sudah sangat tercemar.

“Salah satu isi dari perda tersebut adalah mengenai peraturan bagi para perokok, hal ini merupakan tata tertib bagi para pecandu rokok untuk tidak merokok di tempat umum. Dengan pertimbangan bahwa asap yang dikeluarkan dari rokok sebenarnya bukan hanya berdampak bagi perokok aktifnya saja, namun yang lebih berbahaya justru bagi orang-orang disekitarnya, yang tanpa sengaja harus turut menghirup asapnya atau biasa disebut sebagai perokok pasif,” tandas Dosen FH UMY tersebut.

Sosialisasi mengenai tempat terlarang merokok ini menurutnya tidak kalah penting dilakukan dibanding kesiapan lain. Dengan demikian, aturan ini akan menjadi efektif untuk kebaikan masyarakat. Meski di kawasan tertentu larangan merokok di tempat umum juga sudah mulai diterapkan seperti halnya di hotel dan juga di airport. Bahkan di tempat-tempat tersebut lanjut Iwan telah disediakan ruang khusus bagi para perokok.

“Keadaan ini perlu ditingkatkan di berbagai tempat umum lain maupun kantor-kantor pemerintah,” tambahnya.

Diakui, menurut ilmu kedokteran jelas sudah dinyatakan bila rokok berbahaya bagi kesehatan. Sehingga menurut Iwan sudah sepatutnya untuk dibuatkan peraturan. Masyarakat sendiri sebenarnya sudah tahu efek negatif dari rokok, sudah banyak orang meninggal karena rokok, namun mereka tidak mau meninggalkan karena memang sudah kecanduan. “Sehingga memang perlu adanya tata tertib tersendiri bagi orang-orang sudah kecanduan, agar tidak membahayakan orang lain,” kata Iwan. (Fsy)-g.

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: