PENGUKUHAN GURU BESAR; Tiap Batang Rokok, Kurangi Usia 5 Menit

Universitaria, Wednesday, 15 August 2007

skt43

http://www.kr.co.id/article.php?sid=134125

YOGYA (KR – Perokok aktif merupakan faktor risiko yang besar untuk serangan jantung ataupun stroke. Kebiasaan merokok merupakan faktor yang paling bisa dicegah dari penyebab kematian. Akhir-akhir ini lebih dari 1 miliar penduduk dunia perokok. Menurut WHO (1999) rata-rata sekitar 48 persen penduduk dewasa muda di dunia perokok dan jumlahnya akan terus meningkat sekitar 3,4 persen setiap tahun.

“Kebiasaan merokok termasuk salah satu faktor risiko yang masih bisa diubah dan dengan sendirinya upaya penghentian kebiasaan merokok dapat mencegah kejadian penyakit jantung koroner,” ujar Prof dr Bambang Irawan Martihusodo SpPD-KKV, SpJP (K), FIHA dalam pidato pengukuhan guru besar pada Fakultas Kedokteran (FK) UGM di Balai Senat UGM Bulaksumur, Senin (13/8).

Pada pidato pengukuhan, bapak 4 anak Andi Haryo Setiawan SH, dr Diani Dyah Saraswati, dr Vitayanti Anggrarini dan dr Vinayanti Susanti dari pernikahannya dengan Dr drg Pinandi Sri Pudyani SpOrt, SU menyampaikan judul ‘Pencegahan Primer Penyakit Jantung Koroner Guna Menurunkan Angka Kesakitan dan Kematian Akibat Serangan Jantung,

Di negara berkembang seperti Indonesia jumlahnya sangat tinggi dan di Vietnam mencapai 73 persen, lebih tinggi dari Nepal. Di Cina survei menunjukkan laki-laki perokok 63 persen pada perempuan 3,8 persen. Kematian di sana mencapai 1 juta, 13 persen ada hubungannya dengan rokok dan akan meningkat menjadi 3 juta kematian pada tahun 2025 nanti.

Kebiasaan merokok menurut Prof Bambang Irawan yang dilahirkan di Yogyakarta, 20 Oktober 1945 ini merupakan kebiasan jelek yang bisa mengancam jantung, setiap batang rokok yang dihisap usia manusia berkurang 5 menit dan studi dari Frarmingham telah menunjukkan terjadinya kenaikan risiko kematian akibat kejadian jantung sebanyak 18 persen pada pria dan 31 persen pada perempuan setiap 10 batang rokok yang dihisap setiap hari.

Dijelaskan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) Cabang Yogyakarta ini, tidak hanya orang perokok yang mendapat risiko, tetapi orang-orang sekitarnya yang terkena asap rokok juga terkena imbasnya, terutama pada anak-anak. Demikian pula baik cerutu maupun pemakaian pipa rokok kesemuanya tetap meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

“Sekitar 40.000 kematian terjadi setiap tahun pada mereka yang tergolong perokok pasif ini. Ada usaha dari pabrik rokok dengan menurunkan kandungan tar pada asap rokok dan mengklaim, rendahnya kadar tar di dalam asap rokok dapat mencegah meningkatnya risiko penyakit jantung pada perokok,” ujar Kepala Satuan Medis Fungsional Kardiologi Vaskuler RSUP Dr Sardjito ini. (Asp)-m

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: