Miras dan Rokok Masuk Di Kalangan Pelajar; Pemerintah Harus Tegas, Ketahanan Keluarga Ditingkatkan

Yogyakarta, Monday, 11 June 2007

kr2

http://www.kr.co.id/article.php?sid=126513

BANTUL(KR) – Anak-anak di Bantul berharap Pemkab Bantul bertindak tegas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar, misalnya tentang minuman keras, rokok serta VCD porno. Sebab disinyalir ketiga hal itu kini mulai masuk di kalangan pelajar. Jika tidak segera dilakukan aksi nyata untuk memeranginya mereka khawatir kualitas generasi muda masa depan bangsa ini akan terpuruk. Selain itu, ketahanan keluarga perlu ditingkatkan agar anak memiliki bekal yang kuat.

Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh perwakilan anak-anak dari 3 kecamatan yakni Pajangan, Pandak dan Bambanglipuro dalam Pertemuan Akbar Anak Bantul, Minggu (10/6) di Gedung Pertemuan Bank Pasar Bantul. Pertemuan yang difasilitasi oleh Unicef, CCF Indonesia dan Yayasan Teratai Putih DIY ini diikuti sekitar 50 anak. Hadir pula, Kabag Sosial Pemkab Bantul Drs H Mahmudi MSi, Kapolsek Bantul Totok, Ketua Yayasan Teratai Putih DIY, Ir Hj Asyantini MM serta Wakil Ketua TP PKK DIY, Hj Tri Harjun.

Bono Sumarjiono dari Perwakilan Anak Bantul mengungkapkan penyebaran VCD dan film porno dengan HP kini mulai menyebar di kalangan pelajar. Karena itu, ia berharap agar pemerintah dan pihak sekolah sering melakukan razia bagi siswa yang memiliki HP dengan fasilitas kamera maupun video streaming. “Memang tidak semua terkena dampak negatif ini namun jika dibiarkan akan merusak moran dan masa depan pelajar,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan Eri bahwa bahaya penggunaan rokok dan miras harus terus disosialisasikan pada siswa agar tidak banyak yang terpengaruh. Saat ini banyak siswa SMP maupun SMA yang secara sembunyi-sembuyi merokok. Selain itu, masih ada guru yang tidak memberi contoh perilaku pada siswa, seperti anak-anak dibiarkan mengerjakan soal sementara gurunya hanya duduk-duduk sembari merokok di luar.

Nova, salah satu anak juga mengungkapkan mahalnya biaya pendidikan serta beasiswa Bantuan Khusus Murid (BKM) ada yang tidak tepat sasaran. Namun ia sedikit berlega setelah mendapatkan jawaban dari Bupati Bantul yang diwakili oleh Kabag Sosial, Mahmudi, bahwa mulai Juli nanti biaya pendidikan untuk SD akan gratis. Di Bantul, juga telah dicanangkan Wajar 12 Tahun sehingga tidak akan ada lagi siswa usia SMA yang tidak sekolah.

“Bila tidak mampu Pemkab akan membiayai. Itu merupakan perwujudan dari visi pembangunan bidang pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa Bantul telah memiliki Forum Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (FPK2PA) yang akan memberi perlindungan dan mencari solusi atas kasus kekerasan terhadap perempuan dana anak.

Sementara Ir Hj Asyantini MM menjelaskan Yayasan Teratai Putih DIY melakukan pendampingan pada anak-anak di 16 dusun di 3 kecamatan di Bantul sejak bulan November. Tujuan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran orangtua, anak dan masyarakat tentang perlindungan anak. Dalam programnya mereka membentuk KKPA (Kelompok Kesejahteraan dan Perlindungan Anak) tingat dusun serta klub-klub anak dari usia 0-18 tahun.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab semua sehingga kesadaran akan hal ini perlu ditingkatkan. Agar anak-anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang bisa menghancurkan masa depannya, mereka perlu tahu bahwa mereka juga punya UU Perlindungan Anak. orangtua dan masyarakat juga harus tahu. Tak kalah penting ketahanan keluarga sebagai bekal anak untuk hidup dalam lingkungan sosialnya perlu diperkuat,” tambahnya. (R-3)-n

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: