Larang Promo Rokok Mulai 2011

Kamis, 30 Agt 2007

jp29

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=301510

BEIJING – Selama ini, Tiongkok dikenal sebagai produsen sekaligus konsumen rokok terbesar di dunia. Namun, mulai Januari 2011, pemerintah negeri itu melarang segala bentuk promisi produk rokok.

Larangan iklan rokok sebenarnya sudah diterapkan sejak 1996. Namun kalangan perusahaan rokok mengakalinya dengan melakukan promosi dalam bentuk lain.

Misalnya dengan mensponsori even-even olahraga. Meski jenis produknya tidak disebutkan, namun perusahaan itu bisa memunculkan logonya di televise, koran, atau majalah.

Wakil Presiden Asosiasi Pengendali Tembakau Tiongkok Xu Guihua mengumumkan larangan tersebut dalam sebuah seminar di Guangzhou, Provinsi Guandong, awal pekan ini. Pejabat perempuan itu menjelaskan bahwa larangan itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Tiongkok pada perintah organisasi kesehatan dunia WHO.

Saat ini, beberapa kota di negeri itu sudah menerapkan larangan merokok di tempat-tempat umum. Larangan untuk merokok di restoran dan tempat-tempat hiburan belum bisa efektif karena mendapat perlawanan dari pengusaha yang takut kehilangan usahanya.

Kementerian kesehatan memprediksikan ada 350 juta perokok di Tiongkok. Hampir sepertiga perokok dunia, yang mencapai 1,1 miliar.

Belanja promosi rokok di Tiongkok tahun lalu mencapai CNY 1,6 miliar (sekitar Rp 1,9 triliun). Setahun sebelumnya, pemerintah mendapatkan pajak dari rokok sebesar CNY 240 miliar (sekitar Rp 298,3 triliun). (chinadaily/*)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: