22 Persen Dokter di DIJ Merokok

Minggu, 15 Juli 2007

skt74

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=167108&c=85

JOGJA – Seorang dokter yang seharusnya mengampayekan antimerokok, ternyata juga tidak terhindarkan dari gaya hidup mengonsumsi nikotin itu. Berdasarkan survei yang dilakukan Fakultas Kedokteran Umum UGM, sebanyak 22 persen dokter laki-laki di DIJ merokok.

“Kami melakukan pada 400 dokter yang ada di Puskesmas, rumah sakit, dinas kesehatan dan calon dokter di UGM,” jelas peneliti Yayi Suryo Prabandari di Fakultas Kedokteran UGM, kemarin.

Menurut Yayi, angka itu termasuk tinggi jika dibandingkan dengan luar negeri. Meski, ini termasuk kecil jika dibandingkan angka perokok masyarakat umum. “Angka perokok laki-laki masyarakat umum sekitar 55 persen. Meski begitu, angka itu mengkhawatirkan karena mereka seharusnya mengampanyekan antimerokok,” tambahnya.

Sementara itu, survei juga menunjukkan tidak hanya dokter laki-laki yang merokok. “Ada sekitar lima persen dokter perempuan yang merokok,” ujar adik pakar telematika Roy Suryo ini.

Di sisi lain, Yayi menyayangkan minimnya dokter yang menanyakan riwayat merokok kepada pasiennya. Hanya 20 persen dokter di Jogja yang mau bertanya riwayat merokok. “Apalagi memberi anjuran agar berhenti merokok. Padahal, sebagai dokter mereka harus mengetahui bahwa berhenti merokok merupakan cara paling efektif untuk mencegah timbulnya penyakit-penyakit kronis dibanding mengonsumsi obat penetral nikotin rokok,” tandasnya.

Terkait pelaksanaan Perda Penanggulangan Pencemaran Udara yang salah satunya mengatur perilaku merokok masyarakat Jogja, Yayi menilai itu cukup efektif untuk menurunkan jumlah perokok. Hal tersebut juga terjadi di beberapa negara barat.

“Semakin sering orang dibatasi merokok, semakin tinggi juga upaya untuk menghentikannya. Perda ini akan efektif, tetapi harus diimbangi dengan intervensi lain, seperti pemberlakuan sanksi dan sosialisasi yang luas,” tuturnya. (lai)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

One response to “22 Persen Dokter di DIJ Merokok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: