Peredaran Rokok Ilegal Masih Terus Terjadi

Kamis, 05 Juli 2007 8:35:00

skt11

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=298981&kat_id=23

Semarang–RoL– Peredaran rokok tanpa pita cukai atau ilegal di Jawa Tengah masih terjadi akibat terus melambungnya harga sigaret legal yang dipicu kenaikan harga jual eceran (HJE) dan cukai rokok beberapa waktu lalu.

Keterangan yang dikumpulkan beberapa daerah di Jateng hingga Kamis, menyebutkan, meluasnya peredaran rokok ilegal terjadi sejak kenaikan HJE dan cukai tahun lalu yang menyebabkan harga rokok legal kurang terjangkau perokok dari kalangan bawah.

Harga jual rokok ilegal tanpa banderol resmi Bea dan Cukai ini memang murah dan menjadi daya tarik kuat pedagang untuk ikut memasarkannya. Harga rokok ilegal ini dijual bervariasi, antara Rp2.200,00 hingga Rp3.500,00, tergantung isi dalam setiap kemasan.

Kemasan rokok ilegal yang diproduksi industri skala rumah tangga ini memang tidak sebaik rokok produksi industri besar, namun harga murah yang ditawarkan menjadi menjadi incaran perokok yang tidak ingin keluar banyak uang.

Merek yang digunakan juga terkesan asal-asalan bahkan menggelikan, seperti “Wis Cocok”, “Granat”, “Seratus”, dan sejumlah nama lain. Kalau pada rokok legal tertera peringatan bahaya merokok, pada rokok ilegal peringatan ini tidak ada, bahkan seperti pada rokok merek “Granat” malah berisi tulisan merokok bisa menyejahterakan rakyat. Winarto, pengecer rokok di Tembalang Semarang mengatakan, rokok tanpa pita cukai bisa laku karena harganya yang jauh lebih murah ketimbang rokok legal.

Sekjen Forum Pengusaha Rokok Kudus (FPRK) Guntur mengatakan, peredaran rokok ilegal tidak terlepas dari terus melambungnya harga rokok legal akibat kenaikan pita cukai dan HJE yang ditetapkan pemerintah. “Harga rokok legal yang semakin mahal inilah yang dimanfaatkan oleh produsen rokok dengan memasarkan rokok tanpa pita cukai yang harganya murah,” kata Guntur, pemilik PR Janur Kuning Kudus itu.

Menurut dia, pemerintah harus mengambil tindakan hukum terhadap produsen dan distributor rokok ilegal, sebab selain merugikan negara, keberadaan mereka merugikan pabrik rokok skala rumah tangga dan industri kecil yang selama ini patuh membayar cukai kepada pemerintah.

Selain munculnya rokok ilegal, kenaikan cukai rokok juga mendorong tumbuhnya produsen rokok legal skala kecil dan menengah selama setahun terakhir ini. Produsen rokok legal skala kecil ini memasarkan produknya dengan harga antara Rp3.000,00-Rp4.500,00/bungkus (isi 12 batang).

Tarif cukai yang diberlakukan pemerintah berdasarkan jumlah produksi, sehingga semakin kecil produksinya maka tarif cukainya juga lebih rendah. Jenis rokok buatan tangan tarif cukainya juga lebih murah dibandingkan buatan mesin. Tarif cukai mulai dari empat persen hingga 40 persen. Antara yto

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

2 responses to “Peredaran Rokok Ilegal Masih Terus Terjadi

  • Buku SEFT

    Salam bahagia, Atasi kecanduan ROKOK, STRESS, TRAUMA, KEHARMONISAN KELUARGA, SULIT KOSENTRASI, TIDAK PD dll.Dapatkan buku Inpirasional Spiritual Emotional Fredom Technique (SEFT) oleh Ahmad Faiz Zainuddin.LANGSUNG BISA PRAKTEK. GRATIS BIAYA KIRIM* .DISKON jika beli lebih dari 5 buku. KHUSUS 10 PBELI PERTAMA. HANYA UNTUK HARI INI SAJA http://bukusef.wordpress.com

  • Indah Sri Wulandari

    Melihat testimoni tentang SEFT®, sangat layak direkom. Terimkasih untuk info yang solutif ini, buku SEFT®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: