Kesehatan Paru; WHO Dukung Peningkatan Cukai Rokok

Rabu, 07 Maret 2007

kompas-cetak201

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/07/humaniora/3364347.htm

Jakarta, Kompas – Pengendalian dampak tembakau terhadap kesehatan di Indonesia belum berjalan secara efektif. Hal ini ditandai tingginya angka perokok, terutama kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lemah. Oleh karena itu, keputusan pemerintah menaikkan harga eceran rokok hingga tujuh persen diharapkan dapat menekan angka perokok.

Menurut Ahmad Hudoyo, ahli paru dari Pusat Pelayanan Penyakit Pernapasan, Senin (5/3), ada beberapa jenis penyakit paru akibat mengonsumsi atau terpapar rokok. Di antaranya bronkitis dan kanker paru. “Dampak tidak langsung dari merokok adalah peningkatan kasus tuberkulosis,” katanya.

Sebelumnya, pada akhir tahun lalu, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati telah mengumumkan bahwa harga eceran rokok akan dinaikkan sebesar tujuh persen mulai 1 Maret 2007. Para produsen rokok akan diminta untuk membayar tarif spesifik mulai Juli nanti.

Di banyak negara maju, kata Hudoyo, salah satu cara efektif pengendalian dampak tembakau bagi kesehatan—khususnya mengurangi jumlah perokok—adalah menaikkan cukai rokok. Ini akan meningkatkan harga rokok di tingkat konsumen.

“Kenaikan cukai rokok ternyata tidak meningkatkan pendapatan industri rokok. Ini berarti ada penurunan angka perokok,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan rendahnya persentase kenaikan harga eceran rokok itu sehingga tidak bisa menekan angka perokok secara signifikan. Kendati demikian, ia optimistis kenaikan harga eceran rokok itu akan mengurangi jumlah perokok pada segmen tertentu, yakni masyarakat bawah selaku konsumen terbesar rokok. “Idealnya, kenaikan cukai rokok itu mencapai 50 persen,” tutur Hudoyo.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mendukung keputusan Pemerintah Indonesia menaikkan harga eceran rokok. Keputusan ini dinilai sejalan dengan Perjanjian Internasional Kunci dalam Pengendalian Tembakau yang diprakarsai oleh WHO demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Georg Petersen, Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia, menyambut gembira keputusan itu. “Menaikkan cukai tembakau termasuk ke dalam salah satu usaha pengendalian dampak tembakau bagi kesehatan,” katanya. (EVY)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: