Ekspansi Industri Rokok Perlu Dihentikan

Kesehatan, Sabtu, 05 Agustus 2006

skt6x

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/05/humaniora/2857355.htm

Jakarta, Kompas – Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok mendesak agar pemerintah menghentikan ekspansi industri rokok di Tanah Air. Alasannya, penambahan kapasitas produksi rokok itu dikhawatirkan meningkatkan risiko timbulnya bencana sosial akibat ulah manusia berupa ancaman berbagai penyakit dan kerugian ekonomi masyarakat.

“Kami sangat prihatin terhadap adanya pemberitaan bahwa perusahaan rokok raksasa akan membangun pabrik baru di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 9 miliar batang per tahun,” kata Ketua Komnas Penanggulangan Masalah Merokok Prof Dr Moeloek SpOG, sambil menyebut nama pabrik itu, Jumat (4/8), di Jakarta.

Berkaitan dengan itu, Komnas Penanggulangan Masalah Merokok, dan sedikitnya 21 organisasi profesi dan sumber daya manusia melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI dan Wakil Presiden RI.

Surat itu berisi desakan agar pemerintah bersikap tegas dalam penanganan masalah rokok dengan menghentikan rencana ekspansi industri rokok demi keselamatan generasi mendatang.

Hal itu dikhawatirkan akan menambah bencana sosial yang berkelanjutan sebagai akibat yang dibuat oleh tangan manusia sendiri (man made disaster) di Indonesia.

Ini jelas akan berdampak pada generasi muda dan masyarakat miskin. Sebab, pertumbuhan ekonomi sebagai dampak adanya investasi dalam bidang industri rokok itu akan disusul dengan meningkatnya pertumbuhan bencana sosial.

Di tengah ancaman gangguan kesehatan dan kerugian sosial ekonomi bagi rakyat, lanjut Moeloek, industri rokok justru meminta dukungan pemerintah dengan dalih sebagai tanggung jawab sosial bagi bangsa dan negara.

“Ironisnya, pemerintah hanya melihat hal tersebut sebagai investasi tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya,” ujar Moeloek.

Kelompok rentan
Dikatakan, generasi muda dan rakyat miskin selama ini merupakan kelompok yang rentan terkena dampak negatif rokok.

Namun, mereka tidak sadar telah jadi sumber keuntungan ekonomi dari penjualan bahan adiktif dalam bentuk rokok.

Padahal, tembakau sebagai bahan utama pembuatan rokok mengandung zat adiktif dan 4.000 bahan berbahaya lain bagi kesehatan manusia.

“Rokok merupakan pintu gerbang kehancuran generasi muda. Pengguna narkotik dimulai dari merokok. Kekerasan dan kejahatan seksual dimulai dari rokok dan alkohol. Sebagai kelanjutannya adalah, kejadian HIV/AIDS, TBC, dan penyakit lain yang mematikan, kejadian kelahiran prematur, marasmus pada bayi, serta turunnya tingkat kecerdasan anak,” kata Moeloek. (EVY)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: