Berhenti Setelah Lama Merokok Tetap Bermanfaat; Dokter Paling Berperan

Senin, 16 Juli 2007

skt6x4

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/16/jogja/1039874.htm

Yogyakarta, Kompas – Praktisi kesehatan merupakan pihak yang paling berperan dalam upaya penghentian kebiasaan merokok pasien dan masyarakat. Pasien akan berhenti merokok ketika dokter meminta mereka untuk berhenti merokok karena alasan kesehatan.

Munculnya Peraturan Daerah tentang Pengendalian Pencemaran Udara di DI Yogyakarta yang memuat larangan merokok di sejumlah tempat dinilai positif mengurangi jumlah perokok sehingga akhirnya mampu mengendalikan munculnya penyakit-penyakit kronis akibat rokok.

“Berhenti merokok adalah satu-satunya cara yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit kronis. Karena itu, orang harus dibantu berhenti merokok. Dan, tenaga kesehatan harus membantu pasien berhenti merokok,” kata Nawi Ng dari Field Epidemiology Training Program Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Sabtu (14/7).

Ia mengutarakan, saran dan pertanyaan dokter sangat ampuh membantu pasien untuk berhenti merokok. Meskipun seorang perokok baru menghentikan kebiasaan setelah lebih dari 10 tahun tetap akan ada manfaat, di antaranya peredaran darah maupun jantung akan mulai kembali bekerja normal.

“Sayangnya, kurang dari 20 persen profesional kesehatan seperti dokter dan perawat yang pernah menanyakan apakah pasiennya merokok,” ujarnya.

Penyebab penyakit
Di Yogyakarta, dari survei terhadap 400 dokter, sekitar 22 persen dokter laki-laki justru perokok. Nawi menuturkan, merokok adalah penyebab munculnya berbagai penyakit kronis, seperti kanker, stroke, darah tinggi, dan jantung. Efek negatif rokok yang baru muncul dalam kurun waktu 10-20 tahun itu menjadi salah satu faktor yang membuat perokok tidak mudah menghentikan kebiasaannya. “Sekitar 90 persen penderita TBC baru berhenti merokok saat mulai sakit,” ungkapnya.

Yayi Suryo Prabandari, Country Site Coordinator Quit Tobacco Indonesia, mengungkapkan, disahkannya perda yang mengatur larangan merokok adalah angin segar bagi upaya penghentian merokok. Perda itu, menurutnya, akan mampu membatasi orang untuk merokok sehingga aktivitas merokok bisa berkurang sedikit demi sedikit.

“Perda itu tetap harus diikuti beberapa intervensi, seperti peringatan bahaya merokok dan kampanye antimerokok. Penegakannya juga harus konsisten,” katanya.

Untuk mendukung upaya penghentian merokok, pihaknya sejak tahun lalu mengadakan pelatihan bagi tenaga kesehatan di puskesmas- puskesmas agar bisa membantu masyarakat berhenti merokok, dengan cara bertanya, memberi nasihat, dan membuka konsultasi. (RWN/PRA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: