Bahayakan Perokok Pasif, Ruang Publik Harus Bebas Asap Rokok

Kesehatan, Sabtu, 02 Juni 2007

skt6x2

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/02/jogja/1038027.htm

Yogyakarta, Kompas – Sejumlah elemen masyarakat dan perguruan tinggi mendesak agar ruang publik di Yogyakarta dapat ditetapkan sebagai kawasan bebas asap rokok. Ini karena asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif, namun juga perokok pasif. Seruan itu dilontarkan dalam aksi simpatik peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei yang digelar segenap sivitas akademika Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada, FK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, FK Universitas Islam Indonesia, Tim Quit Tobacco Indonesia, Center for Bioethics and Medical Humanities FK UGM, Kamis di bundaran UGM. Puluhan peserta aksi simpatik, selain menyebar leaflet tentang peringatan bahaya merokok, menggelar happening art.

“Tempat-tempat umum harusnya bebas asap rokok. Harus disadari bahwa bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan perokok pasif atau orang yang tidak merokok namun mengisap asap rokok orang lain adalah sama. Rokok masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia,” ungkap Yayi Suryo Prabandari, Head of Master Program on Health Behavior and Health Promotion FK UGM. Yayi menuturkan, para perokok harus sadar untuk tidak memberikan asap rokoknya yang beracun kepada orang lain.

Ruang publik perlu mendapat perhatian khusus segera ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok karena menjadi tempat yang diakses banyak orang, termasuk ibu- ibu dan anak-anak. Selain itu, tempat-tempat pendidikan TK-perguruan tinggi harus sepenuhnya bebas asap rokok. “Masih banyak guru dan orangtua siswa yang datang menjemput anak- anak mereka justru merokok di sekolah. Padahal, seharusnya tidak boleh” katanya. Tempat wisata Beberapa ruang publik itu antara lain tempat wisata dengan menetapkan lokasi-lokasi tertentu agar bebas asap rokok maupun transportasi umum seperti bus kota dan kereta api. “Harus diingat, asap rokok di sebuah ruangan itu baru bisa hilang dalam waktu dua minggu,” tuturnya.

Pemerintah daerah dan legislatif diharapkan segera bertindak cepat untuk mengikuti jejak Jakarta, Cirebon, dan Palembang yang telah menetapkan ruang publik sebagai kawasan bebas asap rokok. Ratna Siwi Padmawati, peneliti Quit Tobacco Indonesia, mengutarakan, Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini mengangkat tema “Smoke Free Environment”.

Menurutnya, organisasi kesehatan dunia WHO dalam peringatan bebas asap rokok mengeluarkan beberapa rekomendasi, di antaranya agar segera mewujudkan lingkungan bebas asap rokok, segera membuat peraturan yang mendukung agar ruang kerja dan tempat umum bebas asap rokok. (RWN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: