RI-China Pro-Multilateralisme; Transparansi Perlu Ditunjukkan untuk Hilangkan Anggapan Ancaman

Rabu, 10 Mei 2006

kompas-cetak199

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0605/10/ln/2644053.htm

Jakarta, kompas – Kerja sama yang semakin erat dan dewasa antara RI dan China dilandasi kepentingan yang sama untuk memajukan multilateralisme. Kebangkitan China bisa menyeimbangkan kekuatan dunia yang didominasi Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan Kepala Departemen Hubungan Internasional CSIS (Centre for Strategic and International Studies) Edy Prasetyono ketika berbicara pada Seminar Sino-Indonesia Relations, Selasa (9/5) di Jakarta.

Dia memaparkan, China yang pada masa lalu melihat multilateralisme sebagai sebuah kendaraan untuk melawan kepentingan-kepentingannya mulai menyadari bahwa multilateralisme justru bisa memberikan jalan bagi keikutsertaan aktifnya dalam dunia yang mengglobal, di mana kepentingan-kepentingan China juga menjadi taruhannya.

Pergeseran China yang dulu lebih menekankan pada hubungan bilateral ketimbang multilateral itu merupakan sebuah kemajuan besar yang penting. Inisiatif-inisiatif multilateral China di kawasan, misalnya melalui penerimaan traktat nonagresi TAC, pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China, dianggap banyak pihak sebagai bukti kebijakan luar negeri China yang tidak mengancam.

Multilateralisme membuat peranan China yang lebih besar dalam urusan-urusan kawasan lebih bisa diterima. “Multilateralisme juga memberikan kepada China kekuatan bersama negara-negara di kawasan ini untuk mengimbangi apa yang dianggap sebagai unilateralisme AS,” kata Edy sambil menambahkan bahwa hal itu juga memberikan keuntungan timbal balik kepada ASEAN dan juga Indonesia.

Edy menekankan, RI sedari dulu memiliki pandangan bahwa kebangkitan China perlu diakomodasi dalam berbagai pengaturan multilateral. “Indonesia sangat konsisten pada posisinya, bahwa satu-satunya pendekatan yang efektif untuk menghadapi kebangkitan China adalah melalui multilateralisme. Ini adalah salah satu alasan di balik pembentukan ASEAN Regional Forum (ARF),” ujarnya.

Sayangnya, menurut peneliti CSIS itu, masalah-masalah domestik dan kesenjangan kepemimpinan membuat Indonesia tidak banyak memanfaatkan hubungan baiknya dengan China untuk melahirkan inisiatif-inisiatif kebijakan luar negeri baru. Justru China yang mampu mengambil keuntungan dari semakin membaiknya hubungan dengan Indonesia dan Asia Tenggara sehingga mereka berhasil meningkatkan statusnya di kawasan ini, di bidang ekonomi dan juga keamanan.

Transparansi
Meski demikian, menurut Edy, kecemasan atas potensi ancaman yang ditimbulkan dari kebangkitan China juga masih kuat tertanam pada sebagian orang. Bagaimana Indonesia dan negara-negara tetangga lainnya di kawasan akan merespons China, itu tergantung pada bagaimana pendekatan China untuk menggunakan kekuatannya yang besar terhadap negara-negara Asia Tenggara.

“Masalahnya adalah kurangnya transparansi China dalam menjelaskan mengenai pembangunan kekuatan militer, dan peningkatan besar belanja militernya. Wajar jika rasa terancam itu ada karena kita tidak tahu ke mana arah pembangunan militer China itu ditujukan. Padahal, sebagai sebuah negara adidaya, maka terkandung juga tanggung jawab untuk menjelaskan secara transparan untuk apa pembangunan militer itu,” ujar Edy.

Duta Besar China untuk RI Lan Lijun menekankan, kebijakan China adalah mengembangkan persahabatan dan kemitraan dengan para tetangga, dan kebijakan untuk mewujudkan lingkungan yang makmur, damai, dan tenang.

“China dan Indonesia adalah negara berkembang terbesar di kawasan ini dan keduanya memikul tugas besar untuk mengembangkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu, kedua negara membutuhkan lingkungan yang relatif stabil, damai, dan saling mendukung,” katanya.
Dia menambahkan, kemitraan strategis RI-China merupakan pilihan tepat untuk mewujudkan apa yang sama-sama dicita-citakan kedua negara. (OKI)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: