Produk Tiongkok kian Terpojok; Australia Larang Selimut Berformalin

Kamis, 23 Agt 2007

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=300472

BEIJING – Silih berganti, produk Tiongkok yang dinyatakan berbahaya. Kemarin, ratusan selimut buatan Tiongkok ditarik dari pasar Australia dan Selandia Baru. Disebutkan, selimut-selimut itu mengandung formalin dalam kadar sangat tinggi.

Penarikan selimut berlabel Superlux oleh perusahaan Charles Parsons yang bermarkas di Australia itu hanya selang dua hari setelah pemerintah Selandia Baru melakukan penyelidikan lanjutan atas produk fashion anak-anak. Charles Parsons menolak mengungkapkan jumlah total sebenarnya selimut yang ditarik tersebut. “Sangat banyak. Di Australia dan Selandia Baru saja, ada sekitar 800 helai,” kata juru bicara Charles Parsons, Mark Bilton. Formalin yang digunakan pada selimut tersebut bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Mulai yang ringan, seperti ruam kulit, sampai kanker.

Penarikan produk itu juga dilakukan di Amerika Serikat. Namun, jenisnya beda. Jaringan Wal-Mart Amerika menarik makanan anjing bermerek Chicken Jerky Strip. Itu dilakukan karena hasil penyelidikan menyatakan, makanan tersebut mengandung melamin. Ada dua Chicken Jerky yang ditarik. Pertama, yang diimpor dari Pingyang Pet Product Co. Kedua, dari Shanghai Bestro Trading.

Juru bicara Wal-Mart, Deisha Galberth, mengatakan, ada 17 tes yang dilakukan. Hasilnya, makanan tersebut mengandung melamin, yang sejatinya digunakan untuk produk pestisida. “Kandungan melamin yang ada memang belum terungkap. Karena itu, kami masih melakukan penyelidikan lebih mendalam,” kata Galberth.

Dia mengatakan tidak bisa memastikan apa kandungan melamin tersebut bisa membuat anjing sakit. Namun, dilaporkan stasiun TV Philadelphia, WPVI, pada minggu lalu, seorang wanita mengklaim anjing Chihuahua-nya yang berusia dua tahun tewas setelah mengonsumsi produk tersebut. Berdasar otopsi pada anjing itu, ditemukan infeksi. Penyebabnya, bakteri beracun.

Bagaimana reaksi Tiongkok? Meski dihadang berbagai negara, pemerintah Tiongkok tidak berhenti membela produk-produk buatan negerinya tersebut. Pembelaan itu dilakukan untuk menarik kepercayaan konsumen. Bukan hanya konsumen luar negeri, tapi juga dalam negeri.

Menteri Perdagangan Tiongkok Bo Xilai mengatakan yakin terhadap kualitas produk negeri tersebut. Sebab, mutunya mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. Bo juga menegaskan, pemerintah Tiongkok melakukan hal terbaik untuk mengatasi semua masalah yang timbul saat ini. “Perusahaan-perusahaan Tiongkok sangat bertanggung jawab,” ujarnya.

Terpisah, pengusaha Tiongkok akhirnya bersuara terkait dengan penarikan jutaan produk mainan berlabel Made in China oleh raksasa mainan di Amerika Serikat (AS), Mattel Inc. Menurut Tiongkok, dua belah pihak, baik produsen di Tiongkok maupun Mattel, seharusnya sama-sama bertanggung jawab atas penarikan itu.

Li Zhuoming, wakil ketua eksekutif Asosiasi Industri Mainan Provinsi Guangdong, menegaskan bahwa kesalahan tidak bisa dijatuhkan kepada satu pihak saja. “Produsen bertanggung jawab. Sebab, mereka (Mattel, Red) tidak memiliki kontrol kuat dalam pembelian dan produksi,” kata Li, seperti yang dikutip surat kabar Guangzhou Daily, Rabu (22/8). “Tetapi, pembelinya, yaitu Mattel, tidak serta-merta bisa lari dari tanggung jawab,” tambah dia dengan merujuk jutaan mainan berkarakter Sesame Street, Barbie, dan Polly Pocket yang diproduksi di Guangdong.

Dia menambahkan, Mattel gagal melakukan tugasnya dalam pengawasan kualitas. “Jika ada masalah dengan mainan tersebut, pemilik merek dan importernya memiliki tanggung jawab yang sama,” ujar Li yang mengepalai kelompok produsen mainan di Guangdong. Guangdong adalah salah satu “markas” besar manufaktur produk-produk Tiongkok. (ap/tia)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: