Negara Raksasa Kelas Dunia

René L Pattiradjawane
Selasa, 5 Februari 2008 | 02:41 WIB

kompas-cetak195

http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.05.02413780&channel=2&mn=44&idx=44

Tidak bisa dimungkiri dalam sejarah panjang dunia modern, faktor China menjadi sangat penting yang terus-menerus kita rasakan dari abad ke abad. Adalah kesalahan kita sendiri untuk selalu bergelut dalam pemikiran sempit dan picik mengenai ras, ideologi, politik, agama, serta lainnya yang mengekang diri kita sendiri untuk tidak bisa memahami kebangkitan yang disebut sebagai Abad China.

Bagi kita, China menjadi sebuah enigma. Secara sepintas, negara dengan lebih dari 1,3 miliar penduduk ini adalah negara komunis yang seharusnya otoriter, dogmatik, dan tidak percaya kepada Ketuhanan yang Maha Esa. Di sisi lain, investasi asing bertebaran di berbagai penjuru daratan China, dan membiarkan bisnis berkembang secara pesat dengan pertumbuhan dua digit terus-menerus sejak dekade 1980-an.

Tren ini berlangsung tanpa menunjukkan kapan akan berakhir. Kemajuan yang dicapai China dalam 100 tahun terakhir memang luar biasa. Kemajuan teknologi komunikasi informasi serta kecenderungan globalisasi menghasilkan keberhasilan China di berbagai bidang kehidupan, termasuk program luar angkasanya.

Kemajuan yang dicapai China dengan cadangan devisa yang besar menjadikan negara ini tidak tergoyahkan dalam berbagai krisis ekonomi, perdagangan, dan keuangan global yang meluluhlantakkan fondasi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dengan devisa sebesar 1,528 triliun dollar AS yang dicapai dalam kurun waktu 30 tahun (tahun 1977 devisa China tercatat 2,3 miliar dollar AS), China menjadi negara paling kuat di dunia yang mampu melakukan segalanya.

Pembangunan global
Pada abad ke-21 sekarang ini, label “Made in China” berhasil menggantikan label “Made in Taiwan” yang mendominasi pasaran dunia pada tahun 1980-an. Ke mana saja kita memasuki pertokoan di berbagai kota besar dunia, mulai dari New York sampai Singapura, akan penuh dengan label ini pada pakaian, sepatu, maupun berbagai perangkat elektronik konsumen, mulai dari komputer sampai lemari es.

Salah satu keuntungan yang dimiliki China adalah konsentrasi tenaga kerja dalam jumlah yang masif serta upah yang memadai dan diincar oleh para investor asing. Setelah konsentrasi menjadi penghasil pakaian, mainan, dan peralatan elektronik dasar, China pun mulai bergerak ke bidang jasa nilai tambah, tidak lagi melulu memproduksi perangkat keras, tapi mulai membangun fasilitas pengembangan perangkat lunak kelas dunia.

Keseluruhan gerak China terkonsep secara rapi, mulai dari pemerintahan pusat sampai ke daerah-daerah. Wilayah yang dianggap terbelakang secara statistik sekalipun tetap menunjukkan kemajuan modernisasi dan reformasi yang menjadi napas pembangunan global China.

Pertikaian politik dan ideologi pada masa Revolusi Kebudayaan yang memisahkan orangtua dan anak-anak lenyap tertelan kemajuan masif yang dicapai RRC. Marjinalisasi masyarakat kaya dan miskin memang sekarang menjadi persoalan baru di negara yang seharusnya dibangun berdasarkan sama rata sama rasa.

Setiap tahun, semakin banyak orang kaya bermunculan. China pun masuk lingkaran yang disebut BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China) yang menjadi sasaran para investor untuk melakukan outsourcing berbagai produk yang dibutuhkan dunia. Kebijakan Pemerintah RRC untuk membiarkan renminbi terapresiasi mengikuti mekanisme pasar menjadikan mata uang China ini mulai digunakan di mana-mana di kawasan Asia Pasifik.

Semua ini menunjukkan bahwa China secara serius ingin menempatkan posisinya sebagai pemain global dan menjadi negara adidaya dalam segala bidang, baik ekonomi, perdagangan, maupun politik. Tahun Baru Imlek pun sekarang menjadi agenda penting dalam kalender global, dirayakan di mana-mana. Gong Xi Fa Cai!

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: