Minyak Dunia dan Energi Cina

Rabu, 07 November 2007

kompas-cetak179

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/07/ln/3975611.htm

Ketika harga minyak dunia melambung mendekati angka 100 dollar AS per barel, pertanyaan yang terlintas adalah seberapa cepat Cina sebagai satu-satunya negara dengan pertumbuhan pereknomian paling stabil selama dua dekade, jangan-jangan negara dengan penduduk mendekati 1,5 milyar orang ini menjadi salah satu pemicu penting kenaikan harga minyak dunia tersebut.

Perekonomian Cina tumbuh dengan pacu tanpa preseden dalam sejarah modern dunia, mencapai lebih dari sembilan persen antara 1978-2005, menjadikan negara ini memiliki selera berlebihan terhadap semua bahan baku alam.

Walaupun dalam lima tahun terakhir RRC membangun pembangkit listrik baru berkapasitas 199,3 ribu megawatt serta secara bersamaan meningkatkan konsumsi batu bara mencapai 21 persen pada periode yang sama, Cina menjadi negara yang paling agresif dalam meningkatkan produktivitas energi. Dan secara bersamaan, RRC juga dihantui oleh kekurangan pasokan energi lokal, sehingga mendorong berbagai industri dan konsumen komersial mencari sumber pasokan listrik lain untuk memenuhi jadwal produksi.

Yang menarik, walaupun “selera energi” RRC yang begitu besar untuk menopang laju pertumbuhan ekonominya, tingkat ketergantungan impor energi Cina sebagai prosentase kebutuhan total energi masih tetap rendah, mencapai sekitar delapan persen. Namun, bersamaan dengan semakin meningkatnya urbanisasi dan meningkatnya kebutuhan jasa transportasinya, situasinya pasti berubah.

Antara tahun 200-2005, konsumsi minyak RRC meningkat dari 4,7 juta barel per hari menjadi 7 juta barel per hari pada tahun 2005. Sebanyak 43 persen dari jumlah konsumsi minyak tersebut, sebesar 43 persen adalah impor. Yang menarik, pertumbuhan tahunan permintaan minyak Cina mendekati 800 ribu barel per hari, yang berarti mencakup pertumbuhan berkala sepertiga kebutuhan dunia atau sama dengan 70 persen pertumbuhan di kawasa Asia-Pasifik.

Untuk bisa memenuhi “selera minyak” sebesar ini, para pengambil keputusan di Cina sepakat kalau negaranya harus secara agresif terlibat dalam pasar minyak dunia. Karena, menurut perkiraan Badan Energi Internasional (IEA) impor minyak Cina akan tumbuh dari 1,5 juta barel pada tahun 2000, menjadi 10,9 juta barel pada tahun 2030 atau sama dengan 77 persen impor dari keseluruhan mintak mentah di mana setengahnya berasa dari kawasan Timur Tengah.
Selama ini, berbagai sumber di Cina termasuk Harian Rakyat (Renmin Ribao) organ Partai Komunis Cina dalam berbagai komentarnya menuduh kalau kenaikan harga minyak lebih condong disebabkan para spekulan ketimbang faktor Cina yang memiliki “selera minyak” yang tinggi.

Persoalannya, mahalnya harga minyak seperti yang terjadi tahun 70-an, ketika perekonomian dan perdagangan Cina belum terintegrasi secara global, memungkinkan terjadinya inflasi membawa situasi destabilisasi perekonomian nasional RRC. Terintegrasinya RRC dengan sistem keuangan dan perdagangan dunia, akan memberikan dampak serius terhadap keseluruhan laju pertumbuhan Cina.

Para pengambil keputusan di Cina menyadari sepenuhnya untuk menentukan harga produk-produk energi yang masih dimonopoli. China pun mulai mengikuti mekanisme pasar internasional yang berlaku dan tidak memiliki pilihan mengikuti praktek kompetisi global untuk produk-produk energi.

Deng Xiaoping tahun 1980 sudah memprediksi kalau energi menjadi isu prioritas dalam pembangunan ekonomi Cina. Cina mungkin mempersiapkan strategi menghadapi harga minyak menjadi 100 dollar AS. Persoalannya bagaimana kalau harga tersebut melampaui harga 100 dollar AS dan Cina tidak lagi bisa mengendalikan dampaknya terhadap situasi ekonomi dan perdagangannya?

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: