Masalah-Masalah Sepele Berubah Jadi siksaan; Penulis AS Sara Bongiorni Terbitkan Buku Setahun Boikot Produk Tiongkok

Sabtu, 30 Juni 2007

jp15

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=292255

Membanjirnya produk Tiongkok di Amerika Serikat membuat sebagian warga negeri tersebut resah. Di sisi lain, mereka tidak bisa menghindari untuk tidak mengonsumsi produk Tiongkok.

Seorang penulis AS yang tinggal di Seattle, Sara Bongiorni, dan keluarganya mencoba menjalani kehidupan sehari-hari tanpa produk Tiongkok selama setahun. Dia kemudian menuangkannya dalam tulisan berjudul A Year without “Made in China” (Setahun tanpa Produk Tiongkok).

Gambaran garis besarnya, hal-hal yang sebelumnya masalah sederhana berubah menjadi masalah yang menyiksa. Bongiorni dan keluarganya merasakan betapa sulitnya mendapatkan sepatu baru, hadiah ulang tahun, atau sekadar memperbaiki laci tanpa menyentuh produk Tiongkok. Bahkan, dia makin merasa tersiksa setelah mendapatkan barang yang mencantumkan made in USA, ternyata, pada beberapa bagiannya menggunakan produk Tiongkok.

Bongiorni mengungkapkan, tindakannya itu muncul karena kekhawatiran akan hilangnya lapangan pekerjaan bagi warga AS. Meski demikian, secara jujur, dia menyatakan tidak menentang Tiongkok.

Dia hanya ingin mengingatkan kepada warga negerinya soal bagaimana dalamnya keterkaitan AS dengan sistem perdagangan internasional. “Saya ingin cerita keluarga kami ini tidak memunculkan pandangan yang mengadili,” katanya dalam sebuah wawancara terkait rencana peluncuran bukunya itu, yang dijadwalkan bulan depan.

Sehari-hari, Bongiorni adalah wartawan koran bisnis di Baton Rouge, negara bagian Louisiana. Selama sepuluh tahun terakhir, dia banyak menulis tentang perdagangan internasional.

Pengalaman memboikot produk Tiongkok tadi memaksanya berpikir ulang jarak Tiongkok dengan dirinya. “Ketika berusaha untuk menjauhkan (hal-hal) yang berbau Tiongkok dari kehidupan kami, justru saya merasakan betapa jauhnya Tiongkok menarik saya dalam kehidupan mereka,” katanya.

Ungkapan Bongiorni itu tidak berlebihan. Sekitar 15 persen impor yang dilakukan AS selama 2006 berasal dari Tiongkok. Sebagian besar merupakan kebutuhan sehari-hari kalangan menengah ke bawah di AS, yang banyak ditemukan di Wal-Mart dan retail-retail AS lainnya. Keunggulan produk Tiongkok dibandingkan produk lokal di AS adalah harganya yang murah. (rtr)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: