LARANGAN IMPOR; RI Minta Klarifikasi kepada China soal Embargo Makanan Laut

Senin, 06 Agustus 2007

kompas-cetak178

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/06/ekonomi/3741079.htm

Jakarta, Kompas – Pemerintah Indonesia meminta klarifikasi dari Pemerintah China tentang pelarangan impor atas semua makanan laut atau seafood dari Indonesia. Larangan itu dinilai tidak berdasar karena produk makanan laut yang diekspor ke China telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan.

“Kami telah meminta KBRI di Beijing untuk menanyakan kepada pihak China mengenai embargo ini. Nota diplomasi telah dikirim, Sabtu (4/8). Namun, karena kemarin akhir pekan, mungkin baru Senin kita mendapatkan jawaban,” kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Martani Husein, Minggu (5/8).

Ketentuan penolakan terhadap makanan laut dari Indonesia baru dapat dilihat dari situs Ditjen Administrasi Pengawasan Kualitas, Inspeksi, dan Karantina China. Namun. Surat resmi dari Pemerintah China belum diterima. China menuding makanan laut Indonesia mengandung toksin, patogen, dan bahan kimia.

Martani menyesalkan penolakan impor dari Indonesia, terlebih selama ini tidak pernah ada masalah dalam perdagangan produk perikanan dengan China.

“DKP juga tidak pernah mendapat surat peringatan tentang dugaan tercemarnya produk perikanan kita dari China. Hal ini sebenarnya agak aneh karena negara lain selalu memberi peringatan. Tidak tiba-tiba mengembargo begitu,” kata Martani.

Kabar tentang penolakan produk impor perikanan Indonesia telah diketahui Martani sejak Jumat pagi setelah dia mendapat kabar dari BBC London, yang menanyakan pendapat pemerintah mengenai masalah itu.

“Namun, kami pun tidak tahu informasi yang sebenarnya. Situs Pemerintah China pun dalam bahasa Mandarin, bukan dalam bahasa Inggris. BBC London tahu lebih awal karena mereka punya pegawai yang berbahasa Mandarin,” ujar Martani.

Pertemuan antara Departemen Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dengan DKP, kata Martani, akan diselenggarakan Senin (hari ini) pukul 09.00. Dalam pertemuan itu, akan dibahas langkah-langkah mengantisipasi embargo produk perikanan oleh China.

Nilai ekspor produk makanan laut Indonesia ke China sebesar 150 juta dollar AS per tahun.

“Produk perikanan kita yang dikirim ke China berupa produk perikanan air laut, biasanya ikan hidup, yakni kerapu dan kakap merah. Untuk perikanan darat, produk China lebih unggul, terlebih mereka punya banyak danau dan sungai,” kata Martani.

Produk perikanan Indonesia sebenarnya telah diakui keamanannya di pasar dunia. Sebagai indikator adalah diterimanya produk ekspor Indonesia oleh pasar Uni Eropa. Uni Eropa dikenal sebagai pasar dengan persyaratan terketat di dunia dengan ambang batas maksimal 1 part per billion (ppb). (RYO)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: