China Dominasi Impor Barang Jadi; Ekspor Migas Melemah

Kamis, 02 November 2006

kompas-cetak174

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0611/02/ekonomi/3066255.htm

Jakarta, Kompas – Derasnya arus barang-barang dari China akhirnya menggusur pasar impor Jepang dan Amerika Serikat yang selama ini mendominasi impor ke Indonesia. Impor barang China saat ini menduduki peringkat pertama dengan komoditas impor utama berupa buah-buahan dan sayuran.

“Secara perlahan tetapi pasti China menguasai pasar impor Indonesia. Barang yang diimpor terutama adalah barang-barang konsumsi, jarang sekali impor dari China yang berupa bahan baku,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Jakarta, Rabu (1/11).

Lima barang impor terbesar yang diimpor dari China berupa mesin dan perlengkapan listrik (seperti TV, radio, AC), buah-buahan, sayur dan akar-akaran, barang dari plastik berbentuk mainan, serta kimia organik.

Impor nonmigas dari China pada September 2006 mencapai 525,5 juta dollar AS. Nilai ini merupakan 14,07 persen dari keseluruhan impor nonmigas.
Adapun nilai impor dari Jepang sebesar 434,2 juta dollar AS atau 11,63 persen dan AS sebesar 358,6 juta dollar AS atau 9,06 persen.
Nilai impor Indonesia pada September 2006 sebesar 5,66 miliar dollar AS atau naik tipis 0,67 persen jika dibandingkan dengan bulan Agustus. Impor nonmigas September mencapai 3,74 miliar dollar AS atau turun 5,45 persen dari Agustus.

Sementara itu, impor migas bulan September sebesar 1,92 miliar dollar AS atau naik 15,17 persen dari bulan sebelumnya.

Pada periode Januari hingga September 2006 nilai total impor nonmigas sebesar 31,155 miliar dollar AS. Sebanyak 74,89 persen berasal dari 12 negara pengimpor utama, antara lain, yaitu China dengan nilai impor 12,86 persen, Jepang 12,76 persen dan AS sebesar 10,18 persen.

Sebaliknya, Jepang yang selama ini mendominasi pasar impor Indonesia mengalami penurunan nilai impor sebesar 26,74 persen sepanjang Januari-September 2006.

Penurunan terutama pada impor barang mesin dan perlengkapan listrik, yang turun sebesar 30 persen. Rusman menambahkan, impor bahan baku dan penolong terus bertambah.

“Persentasenya sudah melewati persentase barang konsumsi yang selama ini menempati porsi terbesar,” ujar dia.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada September 2006 tercatat 8,78 miliar dollar AS. Angka ini menurun 1,18 persen dibandingkan bulan Agustus.
“Kali ini memang ekspor tidak mencetak rekor tertinggi lagi, tetapi angkanya masih tinggi. Ekspor year on year (YOY) masih naik 16,75 persen,” ujar Rusman.

Rusman menjelaskan, penurunan angka ekspor ini disebabkan menurunnya ekspor migas. “Pada September lalu terjadi penurunan harga jual minyak di pasar internasional. Dalam satu bulan, harga turun dari 72,82 dollar AS per barrel menjadi 62,49 dollar AS per barrel. Dalam satu bulan sudah turun 10 dollar AS per barrel sehingga nilai ekspor migas juga turun,” katanya.

Ekspor nonmigas
Adapun ekspor nonmigas masih didominasi oleh barang karet, bahan mineral, abu, tembaga, lemak minyak nabati atau minyak sawit mentah, pakaian jadi bukan rajutan, serta kertas karton.

Ekspor nonmigas ke Jepang pada September terbesar 1,24 miliar dollar AS, disusul ke AS sebesar 964 juta dollar AS dan Singapura 687,6 juta dollar AS.

Jika dilihat menurut sektornya, ekspor hasil pertanian pada periode Januari-September 2006 meningkat 19,82 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2005.

Ekspor hasil industri serta hasil tambang dan lainnya naik masing-masing 15,36 persen dan 37,38 persen.

BPS juga melaporkan perkembangan pariwisata di Indonesia. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada September sebanyak 333.500 orang.

Angka ini menurun 2,87 persen dibandingkan wisatawan yang datang pada Agustus lalu. “Penurunan pada September ini merupakan siklus bulanan, setelah mengalami masa puncak pada Juli. Dibandingkan dengan September 2005, jumlah wisatawan pada bulan September menurun tajam 13,88 persen,” ujar Rusman lagi.

Jumlah wisatawan yang masuk selama Januari-September 2006 juga turun 9,26 persen menjadi 2,93 juta orang dari 3,23 juta orang pada tahun 2005. Adapun jumlah penumpang kereta api pada September sebanyak 13,44 juta orang. (joe/mar)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

2 responses to “China Dominasi Impor Barang Jadi; Ekspor Migas Melemah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: