AS Hadapi Koreksi yang Serius

Rabu, 07 November 2007

kompas-cetak180

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/07/ln/3975871.htm

China Akan Mengalami Krisis Keuangan 10 Tahun ke Depan
New York, Selasa – Milioner George Soros, Senin (5/11) di New York, meramalkan ekonomi AS sedang mengarah pada koreksi sangat serius. Ini merupakan dampak dari pengeluaran berlebihan selama beberapa dekade. Hal itu telah membuat utang bertumpuk dan kini saat harus membayar, di saat ekonomi kacau.

“Kita telah meminjam uang yang terlalu banyak dan kini tagihan-tagihan bermunculan,” kata Soros saat memberikan kuliah umum di New York University.

Pada tahun 2005 AS memiliki utang luar negeri sebesar 10 triliun dollar AS, tidak termasuk utang dalam negeri. Produk domestik bruto AS pada tahun 2006 sekitar 13,6 triliun dollar AS.

Ia menambahkan, perang melawan terorisme telah membuat AS tergelincir dari rel. Terorisme tak kunjung bisa dikalahkan, sementara ratusan miliar dollar AS sudah dihamburkan untuk invasi di Irak dan Afganistan.

Soros menjadi terkenal karena aksi spekulasinya yang pernah merugikan Bank Sentral Inggris. Soros berhasil mengantongi untung 1 miliar dollar AS pada dekade 1990-an lalu.

Apakah resesi ekonomi AS tak terhindarkan? “Saya kira kita sudah berada di jalur pertumbuhan yang melambat. Penurunan ekonomi AS lebih buruk dari prediksi Ketua Bank Sentral AS Ben Bernanke,” kata Soros.

Pernyataan Soros ini bertentangan dengan prediksi Menkeu AS Henry Paulson pada Oktober lalu. Paulson mengatakan, ekonomi AS akan bisa menghadapi bantingan krisis. Pernyataan Soros senada dengan peringatan ekonom bernama Xavier Sala-i-Martin, salah satu editor dari laporan “The Global Competitiveness Report” yang diterbitkan pekan lalu.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa AS merupakan negara dengan daya saing tertinggi di dunia.

Daya saing rapuh
Prestasi AS itu dicapai berkat kecanggihan komunitas bisnis, inovasi teknologi ditambah, sistem riset dan pengajaran di universitas AS yang hebat. Namun, laporan itu mengingatkan, daya saing AS sewaktu-waktu bisa terjungkal akibat ketidakseimbangan ekonomi, di antaranya termasuk defisit neraca transaksi berjalan. Defisit ini terjadi karena AS mengalami defisit ganda, yakni defisit perdagangan dan defisit anggaran. Defisit ini ditutup dengan utang-utang.
Ekonom dari Harvard University, Michael Porter, mengingatkan, laporan itu bisa dijadikan referensi oleh pemerintahan untuk memperbaiki kebijakan.

Salah satu kelemahan teknokrat AS, termasuk Gedung Putih, adalah sikap tidak mau mendengarkan nasihat para ekonom. George Mankiw, penasihat ekonomi Presiden AS George W Bush, sudah mundur karena sarannya tak didengar.

Kelemahan ekonomi AS bukan saja karena penumpukan utang. Hal itu juga terjadi karena munculnya berbagai skandal penipuan keuangan di dalam korporasi besar AS, naiknya harga minyak, dan kerapuhan sektor keuangan AS.

Kerapuhan itu dipicu oleh gerakan besar para spekulan yang menggoyang perekonomian AS. Sejak 2001, ekonomi AS tumbuh. Hal itu karena dorongan sektor perumahan yang berkembang luar bisa, tetapi rapuh.

Menurut mantan Ketua Bank Sentral AS, ada sekitar 900 miliar dollar AS kredit macet di sektor perumahan AS.
Perusahaan AS, JP Morgan, meramalkan ada kerugian 60 miliar dollar AS yang sudah menghantam perusahaan keuangan AS, sebagaimana telah menimpa Merrill Lynch dan Citigroups. JP Morgan memperkirakan, kredit macet di sektor perumahan AS mencapai 1 triliun dollar AS.

Greenspan dan Soros mengatakan, krisis perumahan AS belum mencapai puncaknya. Kerugian yang muncul akibat krisis di sektor perumahan AS ini juga menikam lembaga perbankan dunia, termasuk Deutsche Bank (Jerman), Barclays Bank (Inggris), UBS (Swiss), dan lainnya. Lembaga ini memiliki dana yang terjebak sektor perumahan AS.

Gubernur Bank Sentral Inggris Mervyn King mengatakan, lembaga perbankan besar dunia masih memerlukan waktu untuk membersihkan kredit-kredit macet itu.

Hindari aset AS
Soros menolak berkomentar soal mata uang negara mana kini yang menjadi unggulan. Ia juga tak mau berkomentar soal dollar AS. “Saya tahu persis ke mana arah kurs bergerak, tetapi saya tidak akan memberi tahu Anda,” katanya kepada hadirin.

Pekan lalu, guru investasi Jim Rogers, yang mendirikan Quantum Fund bersama Soros pada dekade 1970-an, merekomendasikan penjualan dollar AS dan juga investasi di perusahaan-perusahaan AS serta menghindari saham-saham di sektor perumahan AS.

Soros mengatakan, sekarang China adalah pemenang absolut dalam terminologi ekonomi dan akan melanjutkan prestasinya dalam beberapa tahun ke depan. “Kini China berkembang lewat transformasi ekonomi yang fantastis. Namun, dalam 10 tahun ke depan akan ada krisis keuangan di China,” kata Soros.

Ia tidak menjelaskan alasan di balik krisis keuangan China tersebut. Namun, tindakan otoritas China mempertahankan kurs yuan pada level 8,2 yuan per dollar AS dianggap akan memicu krisis itu. Kurs yuan terlalu rendah dari seharusnya dan pasar akan melakukan koreksi tersendiri, yang bisa menyulut krisis. (REUTERS/AFP/AP/MON)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: