Afrika; China dan India Jadi Sumber Harapan dan Ketakutan

Sabtu, 16 Juni 2007

kompas-cetak176

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/16/ln/3604524.htm

cape town, jumat – Para pemimpin politik dan ekonomi negara-negara Afrika belum sepakat mengenai peran China dan India di benua itu. Sejumlah pihak menganggap kedua negara itu sebagai kekuatan yang mampu mendorong kemajuan Afrika, tetapi pihak lain menganggap China dan India hanya akan mengeksploitasi kekayaan alam Afrika.

Dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Afrika yang berakhir pada Jumat (15/6), kebutuhan China dan India akan bahan mentah merupakan tantangan bagi negara-negara di Afrika.

“Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi benua seperti Afrika untuk memiliki perhatian besar dan permintaan yang terus meningkat dari kedua negara itu,” kata Tokyo Sexwale, seorang taipan bisnis di Afrika Selatan. Namun, dia juga mengatakan, tantangan besar bagi China adalah untuk membuktikan kritik dari Barat bahwa negara itu tidak dimotivasi oleh imperialisme finansial.

China telah menemukan pasar tak terbatas di Afrika untuk produk-produk murahnya. Sejumlah negara penghasil minyak, seperti Nigeria dan Angola, juga dianggap mampu menopang pertumbuhan China yang cepat.

“China sedang tumbuh. China juga memiliki kebutuhan tinggi akan segala sesuatu. Mereka membeli apa pun yang ada di bawah matahari untuk mendukung pertumbuhan itu,” kata Menteri Perdagangan dan Industri Afsel Mandisi Mpahlwa.

“Haruskah kita menghentikan mereka? Haruskah kita mengatakan mereka tidak bisa membeli dari kita karena hanya bahan mentah yang mereka beli?” ujarnya.

Bagian penting
Dia menambahkan, tujuan China untuk melipatgandakan pertumbuhan hingga 2020 menawarkan kesempatan tak terbatas bagi Afrika untuk mengambil keuntungan. Afrika telah menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan China. Dalam sebuah pertemuan puncak China-Afrika di Beijing tahun lalu, para pengusaha China menandatangani kesepakatan senilai 1,9 miliar dollar AS dengan pemerintah dan pengusaha Afrika.

Tahun lalu, perdagangan kedua negara mencapai 55,5 miliar dollar AS. Beijing mengatakan, angka itu akan meningkat hingga 100 miliar dollar AS pada 2020.

Mantan Menteri Luar Negeri China Li Zhaoxing mengatakan, China memiliki 900 proyek di Afrika, dengan lebih dari 800 perusahaan China beroperasi di Afrika. China juga telah mengirim 16.000 petugas kesehatan ke Afrika, menawarkan 20.000 beasiswa bagi pelajar Afrika, dan melatih 17.000 tenaga profesional Afrika.

Membunuh kemampuan
Walaupun Li mengatakan hubungan China-Afrika didasarkan pada persahabatan dan kesetaraan, tidak semua pihak di Afrika setuju. “Kita tidak bisa hanya mengembangkan industri jika di China orang melihat kisah sukses Afrika dan membuat salinan murah. Tidak peduli berapa banyak bantuan mereka karena mereka membunuh kemampuan kita,” kata pengusaha Kenya, Chris Kirubi.

Sebagian besar tema pertemuan Forum Ekonomi Dunia membicarakan tentang bagaimana Afrika mengendalikan nasibnya sendiri dan meningkatkan penampilannya sendiri. Namun, salah satu penghalang utama untuk itu adalah perpecahan di antara negara-negara Afrika dengan adanya pemberlakuan penghalang perdagangan antarnegara.

“Semua orang mengakui perlunya menghancurkan penghalang itu dan meningkatkan perdagangan di antara kita,” kata Presiden Afsel Thabo Mbeki dalam upacara penutupan, Jumat.

Menteri Sains dan Teknologi India Kapil Sibal menyatakan keberatan atas keluhan-keluhan Afrika itu. “Ini tidak ada hubungannya dengan China, India, dan Afrika. Afrika harus memberdayakan dirinya sendiri. Mereka harus merancang masa depan sendiri,” katanya.

Dia mencontohkan India yang memperlunak penghalang perdagangan dengan China. “Suatu ketika produk China membanjiri India seperti tsunami. Akan tetapi, para pengusaha India menyesuaikan diri dengan meningkatkan kualitas produk dan berkembang pesat di bawah tantangan semacam itu,” kata Sibal.
Menanggapi hal itu, Sexwale menyerukan agar China memperbolehkan Afrika menyelesaikan produk mereka, bukan hanya bahan mentah, sebelum masuk ke pasar China. (ap/fro)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: