Perang Lawan Produk Buruk; Tiongkok Kampanye Perbaikan Image “Made in China”

Sabtu, 25 Agt 2007

jp22

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=300771

BEIJING – Penarikan beberapa produk Tiongkok membuat pemerintah negeri itu gerah. Kemarin (24/8), negeri yang pernah dijuluki “tirai bambu” tersebut mengampanyekan perang terhadap berbagai produk makanan, obat, dan produk ekspor buruk.

Kantor berita resmi Tiongkok Xinhua melaporkan bahwa perang dilakukan setidaknya dalam kurun waktu empat bulan ke depan. Misinya membersihkan image “Made in China” yang saat ini dinilai buruk di dunia internasional.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Wu Yi menjelaskan bahwa kampanye tersebut akan dilakukan setidaknya sampai akhir tahun ini. Fokusnya pada produk yang selama ini dinilai merusak kepercayaan negeri tersebut. “Itu adalah perang khusus untuk melindungi kesehatan dan kepentingan publik sekaligus melindungi reputasi produk Tiongkok serta image internasional,” kata Wu yang menambahkan bahwa aksi tersebut adalah tugas politik yang berat.

Beberapa pekan terakhir, penarikan beberapa produk Tiongkok dari rak-rak penjualan di seluruh dunia santer diberitakan. Di antaranya, 18 juta mainan buatan Tiongkok yang dijual dengan label Mattel Inc., salah satu perusahaan mainan terbesar di dunia.

Hal itu merembet ke produk lain, seperti selimut, ban mobil, pasta gigi, pakaian anak-anak, dan makanan anjing. Dalihnya, produk-produk tersebut mengandung zat berbahaya.

Tidak hanya di luar negeri, buruknya produk Tiongkok dikeluhkan di dalam negeri. Berdasar operasi pasar yang dilakukan Rabu (22/8), lebih dari 100 ribu pasang sumpit sekali pakai yang dibuat dengan standar kesehatan yang buruk ditemukan. Di antara salah satu pabrik yang didatangi, lebih dari setengah juta pasang sumpit bambu yang tidak melewati penyucihamaan sebelum dijual ke pasar dapat disita.

Beijing News dalam headline bertajuk Sumpit Kotor mengungkapkan, pemilik pabrik sumpit itu bisa menjual hingga 100.000 sumpit tak sehat tersebut. Bahkan, Jumat (24/8), Shanghai Daily melaporkan bahwa polisi Shanghai sudah menyita lebih dari satu ton buah segar yang direndam dalam zat kimia berbahaya agar tetap terlihat segar. Polisi juga menyita anggur dan cuka palsu.

Dikatakan, bukan hanya pabrik dan produsen yang menjadi target kampanye kali ini. Petugas pemerintahan yang berwenang dalam pengawasan produk ikut menjadi sasaran. Pasalnya, kata Wu, kurangnya inspeksi, hukuman, dan gagalnya usaha petugas pemerintahan untuk meminta perusahaan dan produsen-produsen itu memenuhi standar kualitas ikut mengambil andil buruknya kualitas “Made in China”.

Selain itu, Wu menyoroti proses “menyucihamakan” penyembelihan hewan ternak, restoran, dan kantin. Dia mengawasi lebih ketat penggunaan pestisida, pengawet makanan, dan produk ekspor paling vital. Terutama, bila produk-produk itu berhubungan dengan kesehatan dan keamanan manusia. “Pada beberapa bidang usaha, manajemen pengawasan kualitas, produksi, serta standarnya sangat rendah dan lemah,” katanya.

Li Changjiang, Dirjen Administrasi Supervisi, Inspeksi, dan Jaminan Kualitas, mengatakan bahwa otoritas terkait harus menginformasikan kepada publik kemajuan terbaru dari kampanye yang dilakukan. Diklaim Li, level kualifikasi produk ekspor Tiongkok mencapai 99 persen selama bertahun-tahun. “Namun, masih ada sebagian kecil perusahaan yang melanggar peraturan, regulasi, dan standar dari negara importer,” sambungnya.

Usaha terbaru pemerintah untuk segara mengambil langkah cepat memperbaiki kualitas produk dinilai baik oleh beberapa kalangan. “Kampanye itu menggunakan metode atas-bawah,” kata Mao Shoulong, ahli kebijakan publik di People’s University of China. (rtr/xinhua/tia)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: